Hidup.. yah hidup yang kita jalani pastinya penuh dengan berbagai hal dan kejadian yang membuat kita tertawa, ceria, gundah, sedih, bahkan menangis. Macam-macam pula reaksi yang kita lakukan ketika menghadapi semua fenomena hidup tersebut. Dan ketika semuanya berujung pada bagaimana kemampuan kita untuk memaknai hidup ini, akankah kita dapat menerima semua itu…?
Mendengar kata “rela” mengandung artian bahwa yang terjadi adalah suatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Tidak mungkin ketika kita mendapat hadiah undian kuis atau dinaikkan gajinya terus kita bilang kita harus rela. Iya kan? yang kita ungkapkan biasanya rasa syukur, bukan rela. Coba bandingkan misal “kita rela menerima hadiah” dengan “kita bersyukur karena menerima hadiah”. Pada akhirnya secara umum kata “rela” selalu dikaitkan dengan ungkapan pada sesuatu yang tak pas di hati, yang tak kita ingini.
Mungkin bila ditelisik lebih jauh, rela berdekatan dengan ikhlas kali ya.. hanya saja kadang kita bilang rela tapi sebenarnya tidak ikhlas. Tapi sebaliknya, bila kita ikhlas sudah pasti rela. Secara teori, menjelaskan arti rela mungkin mudah, tapi untuk kebanyakan fenomena yang berhubungan dengan hati maka dalam tataran prakteknya sungguh sangat sulit, seperti halnya sabar, syukur, semangat, jujur, cinta dan aktivitas hati lainnya.
Merelakan kenyataan. Susah memang, jika tiba-tiba kita kehilangan motor kita misalnya, diputusin oleh kekasih kita, kehilangan orang yang kita cintai, gagal mendapat beasiswa studi atau gagal dalam menggapai sesuatu yang kita ingini. Tapi sudah seharusnyalah kita rela, bahkan ikhlas menerima itu semua. Kita anggap saja rela sebagai awal dari rentetan beberapa fenomena yang menakjubkan selanjutnya.
Renungkan saja, bila kita rela dan ikhlas maka yang ada kita menjadi sabar. Setelah kita bisa sabar menghadapi semuanya maka insyaallah kita bisa merasakan syukur atas apa yang ada. Selanjutnya bekerja keras kembali dengan lebih baik untuk mendapatkan apa-apa yang kita inginkan. Dan bila ternyata gagal lagi maka rela, ikhlas, sabar dan syukur serta berjuang kembali. Berputar berjalan menjadi sebuah sinergi yang menjadi inti dari kehidupan, karena hidup itu sendiri adalah perjuangan.. Tergantung seberapa siap kita menikmati perjuangan itu..
Filed under: SERBANEKA , ikhlas, perjuangan, rela, sabar, syukur

















mereka berkata