Seperti yang pernah ditulis di blog saya yang lain, Pulau Pombo merupakan salah satu pulau kecil di perairan Maluku, secara geografis tepatnya di Selat Haruku yang berada di antara Pulau Haruku dan Pulau Ambon, Maluku. Sesuai SK Menteri Pertanian No. 327/Kpts/Um/7/1973 tanggal 25 Juli 1973, pulau ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi sumber daya alam dengan kategori kawasan suaka alam, statusnya cagar alam/taman laut. Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam Pulau Pombo yang dapat dilakukan adalah dengan titik berat untuk kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan kegiatan lainnya yang menunjang budidaya. [lanjut...]
Tiga belas. Banyak anggapan yang berbeda tentang angka ini, namun kebanyakan berpikir bahwa angka tersebut merupakan perlambang sial. Bila kita ingat ada film Friday 13th maka di setiap waktu yang menunjukkan angka 13 maka akan terjadi suatu petaka. Lain lagi bila kita naik pesawat, maka tidak akan ditemukan seat no. 13. Atau gedung pencakar langit yang bertingkat banyak, maka jarang sekali yang memberi nomor 13 pada lantainya, bahkan sepertinya tidak ada kali ya. Entah kenapa, kalo mau tau sejarahnya tanya mbah google saja. Namun kalo menurut saya sih, setiap angka sama saja, sama baiknya mulai dari 0 sampai 9 tak ada yang menunjukkan kesialan, petaka atau sebagainya. Pun demikian dengan angka 13. [lanjut...]
Hehe ijinkan aku ketawa sendiri sejenak sebelum memulai postingan
Bismilah… Lagi dan lagi. Semua serba kebetulan memang, tapi kok ya pas banget gitu. Heran aku dibuatnya. Akhir-akhir ini sepertinya apa yang sudah direncanakan ujung-ujungnya meleset. Ini tentang aku dan teman-teman Komunitas Arumbai. Beberapa bulan yang lalu, setiap kegiatan yang dilakukan alhamdulilah aku dapat berpartisipasi. Mulai dari workshop, akber dan lainnya. Namun setelahnya jadi selalu berbenturan dengan jadwal kerjaan dan akhirnya tidak dapat mengikuti kegiatan yang dilakukan. [lanjut...]
Ah terlambat..! harusnya aku tak terlalu asyik mendengarkan dendang “Darah Muda” [nya] Bang Haji Rhoma Irama pagi ini, sangkin syahdunya akhirnya terlena dan telat masuk kerja (padahal tiap hari telat hahaha). Yah itu adalah salah satu contoh keterlambatan yang sering dilakukan, baik untuk mengerjakan sesuatu ataupun untuk menuju sesuatu. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali..?
(alasan hihi). Namun ada yang perlu ditelisik lebih dalam lagi tentang keterlambatan. Bayangkan saja, misalnya suatu hari kita tergesa- gesa menuju stasiun mengejar jadwal kereta api yang akan kita tumpangi, namun karena hujan deras dan banjir akhirnya jalanan macet total, kendaraan kita tak dapat bergerak. Baru setelah beberapa jam kemudian kemacetan terurai, kendaraan bisa bergerak lagi, tetapi sesampainya di stasiun, kereta yang akan membawa kita telah meluncur jauh meninggalkan kita. [lanjut...]
Terinspirasi dari kekhawatiran, keresahan dan perasaan heran dari beberapa teman-teman di Blogger Maluku Arumbai maupun di Ambon Bergerak, terutama setelah baca postingannya Tanase Almascatie, akhirnya terbesit keinginan untuk menuliskannya juga di blog ini. Rasa yang bercampur aduk itu yakni suatu tanya kenapa saat kita searching di google atau mesin pencari lainnya dengan keyword “Ambon”, maka pada beberapa saat akan muncul kejadian masa lalu tentang ker*s*han dan tr*g*di Ambon. Pada page 1 google, hasil pencarian yang mencantumkan kejadian itu masih ada, padahal sudah 12 tahun lebih hal itu berlalu. Hal yang lebih mengherankan apabila kita mencari gambar di google dengan kata kunci “AMBON”, maka masih ada beberapa foto yang menunjukkan peristiwa 12 tahun silam. Untungnya hasil yang lebih baik akan muncul ketika kita mencari informasi di google dengan keyword “MALUKU”, sedikit lebih mengena daripada ketika mencari “Ambon”. [lanjut...]
:: mereka berkata