Lanjutan Pengenalan Mangrove:
KOMPOSISI JENIS DAN ZONASI MANGROVE
Kemampuan adaptasi dari tiap jenis terhadap keadaan lingkungan menyebabkan terjadinya perbedaan komposisi hutan mangrove dengan batas-batas yang khas. Hal ini merupakan akibat adanya pengaruh dari kondisi tanah, kadar garam, lamanya penggenangan dan arus pasang surut. Komposisi mangrove terdiri dari jenis-jenis yang khas dan jenis tumbuhan lainnya.
Vegetasi mangrove menjadi dua kelompok, yaitu:
- Kelompok utama, terdiri dari Rhizophora, Sonneratia, Avicennia, Xylocarpus.
- Kelompok tambahan, meliputi Excoecaria agallocha, Aegiceras sp., Lumnitzera, dan lainnya.
Daya adaptasi atau toleransi jenis tumbuhan mangrove terhadap kondisi lingkungan yang ada mempengaruhi terjadinya zonasi atau permintakatan pada kawasan hutan mangrove. Permintakatan jenis tumbuhan mangrove dapat dilihat sebagai proses suksesi dan merupakan hasil reaksi ekosistem dengan kekuatan yang datang dari luar seperti tipe tanah, salinitas, tingginya ketergenangan air dan pasang surut.
Pembagian zonasi kawasan mangrove yang dipengaruhi adanya perbedaan penggenangan atau perbedaan salinitas meliputi :
1. Zona garis pantai, yaitu kawasan yang berhadapan langsung dengan laut. Lebar zona ini sekitar 10-75 meter dari garis pantai dan biasanya ditemukan jenis Rhizophora stylosa, R. mucronata, Avicennia marina dan Sonneratia alba.
2. Zona tengah, merupakan kawasan yang terletak di belakang zona garis pantai dan memiliki lumpur liat. Biasanya ditemukan jenis Rhizophora apiculata, Avicennia officinalis, Bruguiera cylindrica, B. gymnorrhiza, B. parviflora, B. sexangula, Ceriops tagal, Aegiceras corniculatum, Sonneratia caseolaris dan Lumnitzera littorea.
3. Zona belakang, yaitu kawasan yang berbatasan dengan hutan darat. Jenis tumbuhan yang biasanya muncul antara lain Achantus ebracteatus, A. ilicifolius, Acrostichum aureum, A. speciosum. Jenis mangrove yang tumbuh adalah Heritiera littolaris, Xylocarpus granatum, Excoecaria agalocha, Nypa fruticans, Derris trifolia, Osbornea octodonta dan beberapa jenis tumbuhan yang biasa berasosiasi dengan mangrove antara lain Baringtonia asiatica, Cerbera manghas, Hibiscus tiliaceus, Ipomea pes-caprae, Melastoma candidum, Pandanus tectorius, Pongamia pinnata, Scaevola taccada dan Thespesia populnea.
Hutan mangrove juga dapat dibagi menjadi zonasi-zonasi berdasarkan jenis vegetasi yang dominan, mulai dari arah laut ke darat sebagai berikut:
1. Zona Avicennia, terletak paling luar dari hutan yang berhadapan langsung dengan laut. Zona ini umumnya memiliki substrat lumpur lembek dan kadar salinitas tinggi. Zona ini merupakan zona pioner karena jenis tumbuhan yang ada memilliki perakaran yang kuat untuk menahan pukulan gelombang, serta mampu membantu dalam proses penimbunan sedimen.
2. Zona Rhizophora, terletak di belakang zona Avicennia. Substratnya masih berupa lumpur lunak, namun kadar salinitasnya agak rendah. Mangrove pada zona ini masih tergenang pada saat air pasang.
3. Zona Bruguiera, terletak di balakang zona Rhizophora dan memiliki substrat tanah berlumpur keras. Zona ini hanya terendam pada saat air pasang tertinggi atau 2 kali dalam sebulan.
4. Zona Nypa, merupakan zona yang paling belakang dan berbatasan dengan daratan.
Contoh Zonasi Mangrove
REFERENSI
ALIKODRA, H. S. 1999. Kebijakan Pengelolaan Hutan Mangrove dilihat dari Lingkungan Hidup. Prosiding Seminar VI Ekosisitem Hutan Mangrove : 33-44.
BENGEN, D. G. 2004. Mengenal dan Memelihara Mangrove. Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB. Bogor.
NONTJI, A. 2002. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan, Jakarta : 105 – 114.
PRAMUDJI, 2000. Hutan Mangrove di Indonesia: Peranan, Permasalahan dan Pengelolaannya. Oseana XXV (1) : 13 – 20.
PRAMUDJI. 2004. Mangrove di Pesisir Delta Mahakam Kalimantan Timur. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. Jakarta : 3 – 7.
PRAMUDJI & L. H. Purnomo. 2003. Mangrove Sebagai Tanaman Penghijauan Pantai. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. Jakarta : 1 – 6.
Filed under: SAINS , activity, konservasi, Marine, pesisir, SAINS













Menurut saya tulisan menganai zonasi mangrove bagus karena saya memang butuh info tentang zonasi.
Saya mau minta tolong kepada saudara muhamze kalau punya artikel atau buku ataupun file tentang zonasi mangrove karena saya sedang melakuakan penelitian tentang zonasi mangrove dan kalau bisa tolong kirimin ke saya melalui e-mail aja di Gohik.rams@gmail.com.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih banyak.
Pohon Mangeove banyak di pantai Muara Reja Tegal,nanemnya kan gampang cuma nancapin kembang yang dipetik langsung. Wong Tegal ngaranine Cintungan. pertanyaane inyong, kembang kuwe ditandur neng Ciwunut (Tempat oleh Inspirasaiku) dekat mata air bisa tumbuh gak yaaah. Pitakonan serius kyah…. atau harus di air asin (laut?
Lintang Senior
@ Gohik
Zonasi mangrove berdasar penggenangan&salinitas serta berdasarkan vegetasi yang dominan itu menurut Pramudji (2004)
Untuk artikel lebih lanjut, tunggu aja ya..
@ Lintang zara
Yang ditanem dudu kembang tapi buah. Tapi sekarang lebih banyak dilakukan pembibitan. Tanamnya bukan sembarangan tempat, tapi neng nggon dengan kadar garam tertentu dgn mekanisme adaptasi khusus.
Mangrove beradaptasi di lingkungan berkadar salinitas tinggi antara lain dengan memiliki sel khusus dalam daun yang berfungsi untuk menyimpan garam,berdaun tebal dan kuat yang mengandung banyak air untuk mengatur keseimbangan kadar garam, kemudian pada daun terdapat serta struktur stomata khusus yang dapat membantu mengurangi penguapan, misalnya dapat dijumpai pada Rhizophora sp., Bruguiera sp., Ceriops sp., Sonneratia sp., dan Avicennia sp.(Pramudji, 2004).
Tapi nek penasaran ya jajal bae, eh sapa ngerti tukul..
gyeh… aku tertarike udu perkasa lan orane bisa nahan emosi… eh erosi. Apmaning nggo gawe penglari ya ora… tapi angger bisa nyingis detandhur ning Ciwunut… kue, jarena buahe kena nggo gawe bahan ager, lan makanan olahan liane…. sing nganeh-anehi… lah.( aku pernah maca britene ning Kompas, edisine kelalen) trus kowen njelasna… bahwa daun mangrove alias bahasa Tegale… ‘Mbangka’… mengandung cat penyimpan garam…. aku kepikir… jangan-jangan bisa nggo nambani penyakit kaya gatel… utawa keracunan ya…. (minurutku…) garam itu memiliki zat penetral racun kan… Racuuuuun…
jajal diteliti…. kue kerjaane kowen o, ya?
Trus… kata wong nini-nini sing biasa memanfatkan buah mangrove nggo bahan kayu bakar, bilang…” Cintungan wohe Mbangka– tenimbang begadang lewih apik kerja….” ya iya lah….. mulane baca ning atisaduso.blogspot.com ana nini-nini sing kerjane meti buah mangrove…. dulunya dia cantik loooh….
iya ngko njajal nek ana proyek he..he..
Oya, nini-ninine postingan tetes idea sebelah endi? masa dibukaki siji-siji..