Minggu 16 November kemarin sekitar pukul 15.10 WIT pas aku dan temanku abis jalan-jalan dari kota Ambon, mendadak di tanjakan depan kantor LIPI terpampang pemandangan yang hijau. Gara-garanya adalah ada pohon besar yang tumbang. Menurut pak Daeng (Satpam LIPI) yang tahu dari Om Hans bahwa pohon mangga (Mangifera indica L.) yang entah berapa tahun usianya roboh secara perlahan.
Saat itu kota Ambon sedang diguyur hujan dengan intensitas yang sedang, dan kebetulan Om Hans seperti biasa lagi duduk-duduk santai di depan Guest House LIPI. Tiba-tiba terdengar suara kretek-kretek dari atas. Om Hans mengira itu suara hujan, tetapi lama-lama suara itu makin keras dan akhirnya BLOOOOOOOOM……. Sebuah pohon besar roboh mengenai pagar depan guest house. Untungnya tidak sampai ke jalan raya sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.
Kalau dilihat pohonnya maka sudah sepantasnya ia roboh. Batangnya yang terlihat kekar dari luar ternyata bolong di bagian dalamnya, jadi tinggal nunggu waktunya saja untuk roboh. Mungkin usianya sama atau malah lebih tua dari kantor LIPI Ambon. Dan mungkin juga kemarin adalah waktu yang dirasa tepat oleh pohon tersebut untuk merebahkan diri, disaat pegawai-pegawai kantor lagi pada libur. Sekarang pohon besar itu telah tercabik-cabik oleh mesin potong yang meraung-raung dengan buas. Oh… pohon mangga yang malang…
Filed under: SERBANEKA , Ambon, info, serba-serbi











mereka berkata