muhamaze

entah apa yang terpikirkan, mengalir begitu saja

perilaku bunglon

Bunglon, reptil yang bisa merubah warna tubuhnya istilah kerennya mungkin kamuflase kali ya. Denger kata itu tadi pagi di siaran radio, terus aku jadi kepikiran kenapa ngga ngapdet postingan pake si bunglon ini hehe. Setelah mikir-mikir lagi jadi inget juga bunglon juga blognya bos yang satu ini, The Bunglon’s.

www.tnhalimun.go.id

www.tnhalimun.go.id

Bagi yang belum pernah liat bunglon, mungkin gambar diatas salah satu contohnya. Lihat saja, dimana lingkungannya coklat maka warna tubuh bunglon akan berubah coklat. Banyak tujuan mengapa bunglon merubah warna, intinya untuk keselamatan dirinya bla… bla.. bla.. dst. Disini saya ngga akan menjelaskan aspek biologi bunglon, saya cuma pengin bicara mengenai pelajaran, filosofi, hikmah bunglon dalam kehidupan kita. Ya bukan berarti kita harus merubah warna tubuh kita sesuai tempat dimana kita berada, tapi maksudnya adalah proses sosialisasi, adaptasi dan kepekaan kita pada lingkungan kita (mblibed ngomongnya hehe).

Belajar dari bunglon mengandung pengertian bahwa kita seharusnya bisa menempatkan atau memposisikan diri kita secara tepat dalam pergaulan. Misalnya kita mengerti tatacara berpakaian yang sopan di suatu adat tertentu, berperilaku yang sesuai dengan aturan adat tertentu, yang intinya kita bisa seiring dan selaras dengan aturan atau tatanan yang ada di lingkungan dimana kita berada. Bila kita tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan bisa saja kita menjadi bahan ketawaan, olok-olokan ataupun bahan gosip orang sekampung gara-gara misalnya pakai bikini saat kondangan dan sebagainya.

Jadi intinya pada bingung ya…? hehe. Yah simpel saja, di dalam kehidupan kita bermasyarakat, sudah seyogyanya kita mengerti aturan dan tatanan yang ada sehingga kita bisa beradaptasi dan berintaraksi dengan baik serta tidak dirasa aneh maupun nyleneh oleh orang lain. Mbunglonlah tapi di lingkungan yang baik tentunya..

Filed under: SERBANEKA , , , , ,

28 Responses

  1. javanese mengatakan:

    tinggal di maluku, gunakan adat istiadat yang berlaku di maluku….

    “adat pelagandong.. sangat khas di maluku.. tau gak? hehe”

  2. irawan mengatakan:

    kok beta su lama di ambon…..ngertinya cuma kata2 seeeng…he..he… kurang bersosialisasi kali ya… :D

    “hahahah…. beta seng tau lai… abang, hayoo tabaos….”

  3. yak mengatakan:

    heheheh, asik kalo bisa jadi “bunglon”. gampang adaptasinya, punya pertahanan diri yang “melindungi”….
    ane ga termasuk “bunglon” paklek, agak susah adaptasi…

    “superbunglon hahahahha…”

  4. zee mengatakan:

    Ayo dong, cerita lagi seputar Maluku.
    Biar saya banyak tau juga, secara baru 1x pulang kesana, ke Ambon.. :)

    “wesss… mbak zee dari ambon juga..? waah maap baru tau nih.. kapan pulang lagi mbak..?”

  5. WANDI thok mengatakan:

    Orang aneh, blogger aneh, ngapdetnya setahun sekali itu bau aneh :D
    Tapi sekarang justru nyang mudah ngetop itu yang aneh-aneh lho mas. Bayangin aja kek Two Cool, Linu :roll: dll aneh gpp asal masih waras dan sehat.
    Dunia sumangkin modern sumangkin banyak orang aneh kok. HIDUP ORNEH. :roll: :D

    “sopo sing aneh kang..? aku bingung ki, ora mudeng blass… hehe :roll: :lol:

  6. geRrilyawan mengatakan:

    dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung.

    kalo nggak salah jaman SD, diajarin kalo salah satu ciri mahluk hidup itu bisa beradaptasi. cuma levelnya aja beda-beda.

    “yup benul sekali… hehe”

  7. macangadungan mengatakan:

    iya, mestinya sih gitu… dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. sayangnya ga semua orang bisa selalu begitu dan bisa begitu. untuk adaptasi masih butuh proses :)

    “yah kita jalani saja proses itu mbak macan… :)

  8. The bunglon's mengatakan:

    Saya buat blog dengan nama the bunglon’s, maksudnya kurang lebih seperti yg ente ceritain. Soalnya kalo saya beri judul the kadal nanti artinya jadi jelek. Soalnya kadal mempunyai filosofi yg jelek. Misalnya kalo orang suka menipu biasa orang lain bilang ngadalin. Atau bilang dasar kadal.

    “keren kang the bunglon’s.. kalo kadal dikira tukang kadal hahaha…”

  9. yak mengatakan:

    paklek, ane mungkin bukan bunglon, tapi ane i-gue-ane a.k.a iguana….
    hehehehheheheheehh

    “masih kurang inyong…. jadinya iguanyong.. heheheh”

  10. mas stein mengatakan:

    bukannya bunglon juga konotasinya negatif ya? orang yang suka berubah pendirian

    “maka dari itu diakhir artikel ta tulis; mbunglonlah tapi dilungkungan yang baik… biar konotasinya ngga negatif hehe *ngeless*

  11. Mr.o2n mengatakan:

    Justru krn perilakunya itu membuat ia mampu bertahan terhadap lgkungan apapun,makash ya nashatnya

    “yaa.. asal di lingkungan yang baik adaptasinya hehe…”

  12. Khoirul Huda mengatakan:

    di mana bumi d pijak d situ langit d junjung, namun tak jarang jg mendengar tuk di kenal tak perlu menjadi terkenal, jadilah diri sendiri dirimu tetap kamu. Begitu banyak perbedaan prinsip kehidupan dalam dunia yg memang sangat berbeda dalam realitanya, namun pada hakekatnya sama, jd tidak heran bila dalam suatu kelompok pastinya ada beberapa org yg berbeda, misal dalam 10 org pastinya ada 1 atau 2 org yg berbeda, kata org kalao g gitu g seru :D

    “bener sekali mas, kehidupan memang penuh warna dan perbedaan, itulah sisi indahnya…”

  13. depz mengatakan:

    nice post
    :)
    lam kenal

    “salam kenal juga…”

  14. DidienĀ® mengatakan:

    udah lama ga berkunjung kesini, apakabar mas..???
    Postingan yg bagus, kalo saya hanya ingin saling menghormati aja deh..

    salam, ^_^

    “waah saya jadi malu, jarang berkunjung juga mas hehe… alhamdulilah kabar baik..
    yah semoga saling menghormati tetep ada di pergaulan kita.. makasih mas..”

  15. Nisa mengatakan:

    aku seneng kalo pas gak sengaja liat bunglon lg berubah warna (di dahan, coklat biasanya) . pasti nisa heboh kalo nemu bunglon :D

    “brarti pas liat blog ini juga heboh dong.. ada bunglon hehehe..”

  16. Huang mengatakan:

    prilaku bunglon itu juga kadang membawa dampak negatif, bisa dibilang ‘bermuka dua’.

    “yaah yang negatif kita singkirkan, ambil positifnya aja.. :D

  17. [...] tapi di postingan kali ini,ane tambahin "inyong", ntu juga abis dikasih ide ma paklek ane. Maka, jadilah spesies baru bernama [...]

  18. dion mengatakan:

    berarti harus sedikit munafik donk…

    “bukan begitu maksudnya, ini dilihat dari sisi gimana kita beradaptasi dengan lingkungan kita.. gitu mas… :D

  19. diazhandsome mengatakan:

    ada satu yang sama bunglon dengan tulisan ini.

    bunglon berubah warna buat adaptasi. kita berubah sikap, kesopanan, dan pandangan buat adaptasi pada tempat yang baru. ataupun di situasi yang baru.

    yah, gitu lah. semoga jadi ngerti.

    “siiipp.. lah…., melihat dari sisi positif..”

  20. [R]ecruit | Field mengatakan:

    I was feeling fine, because She will some tonight. I will say it’s okay. The things She said, I ignore it.

    “what..? why..??”

  21. Eka Situmorang-Sir mengatakan:

    aiiih bunglon ya?
    mahluk yang selalu berusaha menjunjung langit diamana ia ada
    heeemmmm itu bagus kalo kontesknya soal kebudayaan dan adaptasi.
    nah kalo konteksnya soal politik gimanaaaa?
    :)

    “hmmm… kalo politik ya.. mungkin tergantung kepentingan kali ya mbak.. hehe..”

  22. wi3nd mengatakan:

    yapz..menyesuaikan diri lah istilah kerenya adAptasi dimanapun berada,be flexsible.. :)
    asalkan sifatnya jan9an kaya bun9lon ajah :D

    “yah tentunya yang positip dan yang baik2 ajah,, :)

  23. zathy mengatakan:

    Iyup,,,
    Selain beradaptasi, kita juga perlu mengenal karakteristik orang sekitar/ di tempat baru tsb, tanpa memandang kecil orang lain tentu. Dengan menerima orang lain, semoga orang lain pun bisa menerima dan mengerti kita,,,, :lol:

    “bener banget mbak, setuju….”

  24. sugiman mengatakan:

    Jadilah bunglon jangan sapi
    sebab seekor bunglon pandai baca situasi
    (Iwan Fals)

    “heheh… ta cari lagunya bang…”

  25. Rivanlee mengatakan:

    bunglon , saya bung ivan ..
    hihihi

    “kirain bung karno hehe..”

  26. Kuzaiyah Nasima mengatakan:

    Salam kenal juga….
    STIKES Pekajangan punya website http://www.stikes-pekajangan.com
    tapi kok coba tak buka gak aktif. kurang tahu masih dikelola tidak ya…
    kalau yang bidan punya blognya http://www.bidan-pekajangan.blogspot.com
    oya, terimakasih sudah berkenan mampir…
    tukeran link yuk..
    :-)

    “makasih infonya mbak… oke, blognya sudah aku link balik..”

  27. alamendah mengatakan:

    Selama jangan dijadikan perilaku negatif aja!. seperti; gak punya pendirian, asal ngikut dll!

  28. muhamaze mengatakan:

    #alamendah, bener banget, ambil sisi positifnya saja..

Leave a Reply

sekilas tentangku

lahir di banyumas ngapak, kini berkelana di ambon manise, berkawan dengan hewan laut lunak menawan yang kadang bercangkang, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya sebagai muhamaze

bakudapa

maluku

yang tersimpan

parade

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ristek Internet Sehat Brighter Planet's 350 Challenge Greenpeace SEA-Indonesia

maju export Indonesia

Maju Export Indonesia