muhamaze

entah apa yang terpikirkan, mengalir begitu saja

sampahmu masalahku

Sedikit fakta mengenai sampah:

  • Sebetulnya tidak ada orang yang bebas dari status sebagai produsen sampah. Setiap individu diperkirakan ”menghasilkan” 1-2 kilogram sampah per hari [http://koran.kompas.com/]
  • Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari.  Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur adalah 55.000 meter kubik) [http://www.koranbekasi.com/]
  • Jakarta pada Juli 2007 menunjukkan bahwa timbulan sampah per hari mencapai 26.945 meter kubik. Jumlah sampah yang setara dengan 6.736 ton itu bukanlah perkara kecil. Hanya sekitar 6.000 ton yang tertanggulangi. Sisanya tersebar di sembarang tempat, di mana saja [http://koran.kompas.com/]
  • Jumlah sampah plastik yang kian berkibar-kibar mengotori lingkungan, tampaknya akan segera menjelma menjadi investasi bencana di masa mendatang [http://www.d-infokom-jatim.go.id/]
  • Sampah di sungai Jakarta dalam sehari jumlahnya mencapai 768 meter kubik per hari atau setara 192 truk Fuso [http://metro.vivanews.com/news/]
  • Sampah adalah barang sisa yang oleh warga sering hanya sekadar dijauhkan dari dirinya [http://koran.kompas.com/]

Ketika sampah semakin menjadi masalah, dibutuhkan sungguh suatu kesadaran pribadi masing-masing orang untuk tidak beranggapan bahwa Sampahmu Masalahku atau Sampahku Masalahmu tetapi memahami bahwa Sampah adalah Masalah Kita Bersama.

Filed under: SERBANEKA , , , ,

mulat sarira angrasa wani

fingerSemut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Saya yakin semua pernah dengar peribahasa ini dan mengetahui maksudnya, sehingga tak perlu lagi dijelaskan. Lebih jelas lagi karena fenomena ini sangat banyak terjadi di lingkungan kita. Ketika kita begitu mudahnya melihat kesalahan atau aib orang lain yang meskipun sangat kecil hingga lupa bahwa ternyata aib dan kesalahan kita lebih banyak dan lebih besar dari orang itu. Begitu mudahnya kita mengacungkan telunjuk kita, menuduh kesalahan pada sesama padahal bila dilihat lebih cermat ketika kita menunjuk orang maka ada lebih banyak lagi jari lainnya yang menunjuk pada diri kita.

Itu adalah gambaran betapa kita sering melupakan bahwa kita tidak menyadari misalnya ada suatu kejadian, kita mudah sekali untuk menyalahkan orang lain padahal sebenenarnya kesalahan yang ada pada diri kita jauh lebih besar. (Lho.. kok mblibed gini ya..). Saya tidak memberi contoh disini, biarlah teman-teman mencari contoh sendiri dan lebih memahami dan mungkin menyadari entah kapan, atau pernahkan kita melakukan yang demikian dan yang jelas saya percaya pasti banyak yang melakukan hal demikian.

Beruntunglah orang-orang yang selalu melihat diri sendiri (introspeksi) terhadap apa yang telah ia perbuat. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencari-cari kesalahan diri sendiri, dan selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya di waktu yang akan datang. Tiap malam sebelum tidur memikirkan apakah di siang harinya berbuat kesalahan kepada saudaranya yang lain, apa yang telah diperbuat sepanjang hari itu. Sungguh sangat jarang yang demikian. Muhasabah terhadap diri sendiri…

Memang, kita lebih mudah untuk menilai orang lain tetapi begitu sulit untuk melihat diri sendiri (introspeksi). Saya sangat menyadari hal itu, begitu sulitnya untuk melihat kesalahan yang ada pada diri saya. Makanya saya mencoba membagi kegundahan ini pada teman-teman semua. Sembari berharap lambat laun kita bisa menjadi pribadi yang bisa mulat sarira angrasa wani, pribadi yang berani melihat dirinya sendiri dan tidak menyibukkan diri untuk memikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah diperbuat orang lain.

Kiranya seperti apakah diri kita ini…?

Filed under: SERBANEKA , , ,

menghitung hari

Agustus 2009
M S S R K J S
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

kategori

kenapa tidak?

Yuk.Ngeblog.web.id Indonesian Muslim Blogger

jejak membekas

  • 21,037 senyuman

networked blogs

sekilas tentangku

lahir di banyumas ngapak, kini berkelana di ambon manise, berkawan dengan hewan laut lunak menawan yang kadang bercangkang, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya sebagai muhamaze

bakudapa

maluku

yang tersimpan

parade

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ristek Internet Sehat Brighter Planet's 350 Challenge Greenpeace SEA-Indonesia

maju export Indonesia

Maju Export Indonesia