Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Saya yakin semua pernah dengar peribahasa ini dan mengetahui maksudnya, sehingga tak perlu lagi dijelaskan. Lebih jelas lagi karena fenomena ini sangat banyak terjadi di lingkungan kita. Ketika kita begitu mudahnya melihat kesalahan atau aib orang lain yang meskipun sangat kecil hingga lupa bahwa ternyata aib dan kesalahan kita lebih banyak dan lebih besar dari orang itu. Begitu mudahnya kita mengacungkan telunjuk kita, menuduh kesalahan pada sesama padahal bila dilihat lebih cermat ketika kita menunjuk orang maka ada lebih banyak lagi jari lainnya yang menunjuk pada diri kita.
Itu adalah gambaran betapa kita sering melupakan bahwa kita tidak menyadari misalnya ada suatu kejadian, kita mudah sekali untuk menyalahkan orang lain padahal sebenenarnya kesalahan yang ada pada diri kita jauh lebih besar. (Lho.. kok mblibed gini ya..). Saya tidak memberi contoh disini, biarlah teman-teman mencari contoh sendiri dan lebih memahami dan mungkin menyadari entah kapan, atau pernahkan kita melakukan yang demikian dan yang jelas saya percaya pasti banyak yang melakukan hal demikian.
Beruntunglah orang-orang yang selalu melihat diri sendiri (introspeksi) terhadap apa yang telah ia perbuat. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencari-cari kesalahan diri sendiri, dan selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya di waktu yang akan datang. Tiap malam sebelum tidur memikirkan apakah di siang harinya berbuat kesalahan kepada saudaranya yang lain, apa yang telah diperbuat sepanjang hari itu. Sungguh sangat jarang yang demikian. Muhasabah terhadap diri sendiri…
Memang, kita lebih mudah untuk menilai orang lain tetapi begitu sulit untuk melihat diri sendiri (introspeksi). Saya sangat menyadari hal itu, begitu sulitnya untuk melihat kesalahan yang ada pada diri saya. Makanya saya mencoba membagi kegundahan ini pada teman-teman semua. Sembari berharap lambat laun kita bisa menjadi pribadi yang bisa mulat sarira angrasa wani, pribadi yang berani melihat dirinya sendiri dan tidak menyibukkan diri untuk memikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah diperbuat orang lain.
Kiranya seperti apakah diri kita ini…?
Filed under: SERBANEKA , introspeksi, muhasabah, mulat saliro











benar……aku suka dengan kalimat kita mesti melihat kesalaghan diri sendiri ………..disinilah sering blue aga egois dengan kehendak emosi blue sendiri apalagi sama supir yang selalu menemani blue……….maafkan saya ya pak supir terbaikku……i love u
salam hangat selalu
mantab postingannya bang
wah benarkah blue yang pertamaxxxxxxxxxxxx?
besok makan kbakso ach semangkok tuk ngerayaan sat saat jadi yang pertamaxxxxx ehhehehee
salam hangat selalu
Lihat judulnya aku jadi wedi mas, kayak garang gitu..
^^ waduh… nice introspeksi mas.. hiya ya… T_T aku ini…
blogwalking, salam kenal (_ _)
Kalimat lengkapnya mulat sarira angrasa wani, rumangsa melu andarbeni, wajib melu angrungkebi artinya berani mawas diri, merasa ikut memiliki, wajib ikut menjaga.
Kalimat di atas adalah semboyan Pangeran Mangkunagara III, dan falsafah ini benar2 dihayati oleh Presiden Soeharto.
*sekedar ralat : bukan saliro tp sariro (klo ejaan pake o)
ya saya sering begitu,
sok ngasih tau orang kadang malah
padahal diri sendiri banyak salahnya..
..
tapi. smoga bis slalu mengoreksi diri sendiri, dan belajar memperbakinya dimanapun dan sama siapapun,
makasih udah ngingetin
salam !
Sing biasa ngunu kui, nek nurut Ustadz Danu (TPI minggu pagi jam 5 WIB) bisa ndadekake penyakit DIABETES mas, intine gunemanku kudu digugu, pendapatku kudu dienggo, omonganku kudu di rungokkan, pokoke sing ngganggo ngudokke kui biasane sukmbening tembe ganjarane kencing manis.
Iki wis okeh buktine, nek kurang bukti coba sampean amati sing wis kena penyakit kui, apa dheweke nduwe kebiasaan kaya ngunu mau.
—
Nek mung urusan ndonya mas, aku wis sue ora nganggo ngudokne, ning nek urusan ngakerat, mimang ijik angel ngilangi.
Sebenarnya masalahnya adalah jarangnya kita instropeksi, sehingga merasa diri selalu lebih baik sehingga kesalahan orang lain jadi lebih menonjol. Jadi intinyasering-sering saja mengaca diri sehingga nggak sibuk2 neropong orang lain.
itu arti judulnya apa bos??
yayaya, muhasabah diri. nanti pas pesantren kilat gw ada muhasabah… time to muhasabah yaakk
Susah untuk difahami tajuknya…he..he..Namun, postingannya amat bagus dan menarik. saya sukakan ayat ini…
“kita mudah sekali untuk menyalahkan orang lain padahal sebenarnya kesalahan yang ada pada diri kita jauh lebih besar.”
sungguh mengesankan..agar kita tidak menyalahkan orang lain atas apa yang kita telah lakukan. salam sahabat. Terima kasih atas kunjungannya. Salam mesra dan hormat selalu dari Malaysia.
wah ngertine aku mung sri mulat je…
dapet wangsit dari mana bos?
langsung ke cermin, lihat orang yang di depanku ini…
sudah baca, tapi belum comment…
wuih paklek….
iya nih, gampang bener dah nunjuk kesalahan orang, tapi kesalahan sendiri suka ga keliatan,,,,
heheeh, kudu sering ngaca nih…
p.s : paklek, ada yang ngasih hadiah tuh, ambil ya…..
makasih…
wuihh…benar mas kita sulit melihat kesalah diri sendiri (sebenarnya tahu tapi pura2 ndak tahu y mas) . n katanya kalo mau bahwa kita salah apa nggak tanyalah pada kawan setia kita mas..bener ga yahh ?
salam hangat.
Jaman sekarang rata2 orang banyak yang sibuk memikirkan aib orang lain buat di jadikan bahan gosip salah satu contohnya,yang di tv tu
Walking aja dulu ni nanti dipostingan berikutnya baru kasih koment
mengingatkan saya untuk ber-muhasabah malam ini… terima kasih ya…
Terimakasih telah berbagi..
Saya telah baca posting ini,,semoga bisa menyadarkan dan mengingatkan saya untuk lebih baik..
kunjungan pertama saya..semoga berkenan
salam kenal ya….,
yah padahal kita sendiri lebih banyak salah dari orang lain tapi pura-pura tidak mengetahuinya dan malah lebih banyak membicarakan orang lain.
maleess… mendingan muhasabah bareng-bareng. hehehe
Mari sambut kemerdekaan RI dengan..Berbakti pada Bangsa
Bercermin diri..itu lebih baik yaa mas… Dari pada selalu tunjuk2 hidung orang lain…hehe
Makasih mas..udah mampir ke tempatku..
Salam hangat.. Salam damai selalu…
sebenarnya jari yang kearah sendiri lebih banyak, tapi tak disadari ketika menunjuk orang lain itu.
Ah, opo sih!
Sore nang, lagi dolan-dolan wae, sasi wingi aku maring Purwokerto!
berkunjung…
indah sekali jika setiap manusia bisa menempatkan diri. antara satu dan yg lain, pasti ada perbedaan, ada kesamaan. yang beda tak berarti musti adu kepala. yang sama sebisa mungkin jangan dibeda2kn.
mawas diri, seringkali kita kurang mawas diri ketika kita sudah di atas.
kira2 seperti ini waktu jaman MOS SMA :
1. kakak tidak pernah salah
2. klo kakak salah, liat peraturan no 1
3. tidak boleh protes
Assalamu’alaikum,
Subhaanallah, tema tulisan kita kali ini hampir sama ya Pak, hanya berbeda isi dan cara penyampaiannya saja. Mari kita sama-sama muhasabah diri.
(Dewi Yana)
umm… kata-kata itu dari bahasa daerah mana??
keren.
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllllllllllll
agama adalah ageming aji.. jalan hidup.. menata diri menuju ILLAHI
Mari kita sambut peringatan 17an taon ini dgn slg instropeksi diri….sbntr lg kn puasa…kta musti jaga hati jgn ska menyalahkan org laen apalagi yg blm tentu salah..
haduuu… memang melihat kesalahan org kok gampang bngt ya?? hmmm… harus sering2 muhasabah diri nih… trimaksi infonya ya mas..
Saya pribadi juga berharap demikian. Menjadi pribadi yg matang dan dapat melihat dirinya sendiri, tanpa banyak menyalahkan orang lain…
Mudah2an bisa seterusnya begitu.
pagi yang hangat
berikan blue fb abang
berikan blue no hp abang
nanti biar blue yang mengunjungi abang
salam hangat selalu
Itulah manusia….
Salam KBM
jadi intinya introspeksi ya..
Introspeksi yah…
Thank u udh diingetin lagi..
seyogyanya kita lebih melihat kedalam ya…
sebelum berkoar2 diluar…
makasih dah berkunjung… jangan bosan…
salam persahabatan selalu
mirip “jarkoni” ya Mas…
semoga kita selalu menuju ke arah kebaikan terus, teriring salam persahabatan, sukses selalu untuk panjenengan…
embaca tulisan om musa ini, saya teringat entah hadits atau apa, dan saya pun lupa bagaimana redaksionalnya. tapi intinya begini, bahwa dalam Islam pun kita telah diingatkan untuk bersikap ketika melihat orang lain. jika melihat yang lebih tua, berkatalah pada diri “saya tak lebih banyak amalnya dari beliau”. dan jika melihat yang lebih muda, berkatalah “dosa dia lebih sedikit dari saya”. dengan begitu, kita akan selalu merasa kurang dan kurang lalu sibuk memperbaiki diri sehingga lupa untuk mencari kesalahan atau aib orang lain.
Terimakasih om atas tulisannya. saya belajar sesuatu.
Setuju banget!
jadi mari kita sama-sama bersihkan sampah
eh qo comment soal sampah malah masuk sini yah?
btw, postingan ini rada bersahabat sama postingan wasit goblog gue yah