muhamaze

entah apa yang terpikirkan, mengalir begitu saja

Geliat Blogger Maluku

Maluku Blogger Community

Lho aku kok bingung mau ngawali postingannya gimana ya…? Apa ya, pokoknya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit serpihan-serpihan (baca: blogger maluku red) kecil itu terkumpul. Malahan kemarin Sabtu (18/4) Perserikatan Blogger Maluku kerennya Maluku Blogger Community punya acara semacam pelatihan blog bekerja sama dengan IAIN Ambon kampus yang hijau memesona bergunung-gunung seribu akhirnya ke laut.

klik baca selanjutnya

Filed under: AMBOINA , , , , , ,

ssttt…

tete momo loko dia

Apa yang kawan bayangkan ketika mendengar kata-kata di atas? Mungkin ada yang bengong, ketawa, heran, mlongo, merem-melek atau nggak ngapa-ngapain alias ngga ngaruh hehe. Aku kasih tau, itu adalah basa ambon. Aku baru mendengarnya Sabtu (4/4) kemarin, pas ngumpul bareng temen2 blogger, kebetulan ada yang pake kaos tertulis “tete momo loko dia”. Aku tergelitik bersimbah rasa penasaran. Awas kawan, mungkin juga kata itu berbahaya layaknya listrik tegangan tinggi..

danger

penuh aura mencekam, ngeri, hiiiii mode on, dan jangan sekali-kali sembarangan dengannya, apalagi anak kecil, bisa-bisa “tete momo loko dia”

Entahlah, bagiku istilah itupun masih samar berkabut. Biarlah sementara terpendam tak kuungkit lagi. Hiihiiiiiii…. :mrgreen:

Atau adakah yang mau menggamblang-jelaskan untaian kata itu? siapapun…

Filed under: AMBOINA , , ,

Laor: The Phenomenon

Nyalakan obor-obor itu, biarkan nyiru* terentang, masuklah seirama gelombang….

Laor, sungguh nama yang penuh misteri. Malam minggu yang lalu aku menemuinya, ternyata ia telah menjadi primadona yang membuat senyum warga kampung mengembang. Yah, Lycde oele beribu-ribu timbul tenggelam diterpa alunan ombak pantai berkarang, berenang-renang diantara raupan nyiru. Sungguh menakjubkan.

sunset3Ini kali pertama aku melihat fenomena yang membuatku tercengang. Waktu itu Sabtu sore (14/3) yang cerah, mobil kijang merah meluncur cepat ke arah Bandara Pattimura, terus ke barat naik turun jalanan aspal yang cukup sempit. Sampailah di suatu tempat yang indah eksotis khas pesisir, Negeri Alang. Di sinilah kejadiannya, saatnya timba laor.

Bagi yang belum tahu, Laor adalah sejenis cacing laut dalam bahasa ilmiahnya Lycde oele. Cacing ini unik karena ia muncul hanya setahun sekali, biasanya saat purnama pasang tertinggi. Tidak semua pantai bisa menikmati adanya penampakan laor ini. Umumnya pantai berkaranglah yang biasa menjadi tempat keluar. Ya seperti di Negeri Alang yang aku kunjungi.

ngoborSaat masuk daerah Alang, sudah terasa sekali akan adanya pesta laor. Warga kampung, tua muda, laki perempuan semua berbondong ke pantai membawa obor dan nyiru menunggu waktu malam dan tentunya menunggu laor keluar. Lambat laun mentari pun masuk, dan malam mengembang. Saat itulah obor-obor mulai disulut, nyiru-nyiru mulai direntangkan, satu-persatu warga masuk ke air menyambut datangnya laor.

Ramai, meriah, penuh suara-suara tawa khas Ambon, ditambah lagi riak-riak gelombang yang mengalun. Bener-bener malam yang gegap gempita. Semuanya menikmati. Hanya 3 jam. Setelah itu, satu persatu warga mulai mentas naik ke darat sambil menjinjing laor di dalam ember. Pulanglah sudah, dan saatnya untuk dimasak. Sayangnya aku ngga sempat mencicipi bagaimana rasa laor itu. Namun yang kutahu laor penuh protein seperti kebanyakan cacing lainnya.

Bingung mau nulis apa lagi, tapi bener-bener malam itu laor telah menjadi pemeran utama. Laor, the phenomenon…

cacing laor laor

*nyiru (bahasa Ambon): seser, alat untuk menangkap ikan dan sejenisnya.

Filed under: AMBOINA , , , , , , , , , , , ,

Mesjid Tua Wapaue Kaitetu

Pas waktu sholat Ashar ketika aku dan temanku nyampe di masjid tua ini tanggal 4 Maret kemarin. Kebetulan waktu itu ada senior yang ngajak ke mesjid tersebut. Mesjid Tua Wapauwe Kaitetu, itulah tulisan yang terpampang di gerbang masuknya. Letaknya di wilayah Hila, Maluku Tengah. Jujur, nggak ada maksud apa-apa, cuma ngajak sharing ternyata sudah sangat lama Islam ada di Maluku, di prasasti tertulis bahwa mesjid itu dibangun tahun 1414 M.

Inilah sudut-sudut yang berhasil aku jepret..

gerbang1

masjid

masjid2

bedug

dalam-masjid

prasasti

resmi

dan ternyata yang meresmikan prasasti itu adalah Ketua LIPI pada masa itu. Cukup mengejutkan….

Filed under: AMBOINA , , , , , , , , , , ,

menghitung hari

November 2009
M S S R K J S
« Okt    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

kategori

kenapa tidak?

Yuk.Ngeblog.web.id Indonesian Muslim Blogger

jejak membekas

  • 19,543 senyuman

networked blogs

sekilas tentangku

lahir di banyumas ngapak, kini berkelana di ambon manise, berkawan dengan hewan laut lunak menawan yang kadang bercangkang, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya sebagai muhamaze

bakudapa

maluku

yang tersimpan

parade

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ristek Internet Sehat Brighter Planet's 350 Challenge Greenpeace SEA-Indonesia

lomba blog DJ 2009

maju export Indonesia

Maju Export Indonesia

alnect komputer

Alnect computer Blog Contest