::
you're reading
SERBANEKA

Lama Tak Jumpa

Dari Februari terus Maret, April hingga Mei ini ternyata “malas” menjadi kawan setia. Akibatnya adalah blog ini dibiarkan terbengkalai. Tapi harap maklum, dalam bulan-bulan kemarin aku lagi rada asyik dengan kegiatan diving. Sebenarnya pengin nulis tentang kegiatan selam tersebut, tapi lagi-lagi tidak adanya hasrat untuk menulis. He..he.. emang nggak ada bakat kali..

Dan akhirnya diving dapat dikatakan kelar, meski tetep harus ada follow up dari kegiatan tersebut. Untuk sementara dipending karena teman-teman yang lain lagi pada ikut Diklat Prajab, dan aku sendiri sekarang sedang ikut Kursus TOEFL. Inilah yang akan ku sebarkan, pengalaman kursus TOEFL di Ambon, UNPATTI tepatnya.

Pas pertama kursus, diadakan pretest untuk menguji kemampuan awal TOEFL. Aku dan dua temanku (Ana&Dharma) berlagak serius untuk ngadepin pretest ini (tapi aku yakin mereka gak serius). Kami masuk ke ruang tes, awalnya ada ruang khusus tes, eehh ternyata cuma ruang kelas biasa. Wahhh ya sudah terima saja. Terus aku liat ibu yang ngurusin tes bawa Tape Recorder, dalam hatiku “ngresulah” lagi, ha.ha.. Listening pake tip. Dua kali kaget..

Tapi itu semua belum selesai, pas mo ngerjain soal, aku, ana dan dharma dikasih kertas kosong. Dalam hati bertanya-tanya untuk apa kertas kosong itu. Eh..akhirnya ibu nyuruh aku untuk nulis nomor untuk lembar jawaban. Sesi 1 sebanyak 50 nomor, sesi 2 sebanyak 40 nomor dan sesi 3 sebanyak 50 nomor. Bayangin aja, kursus TOEFL sekelas UNPATTI nggak bisa nyediain lembar jawaban pretest TOEFL.. Padahal untuk pretest dikenai biaya Rp. 150.000,- Yaaa kaget 3 kali. Nah, pas lagi gerjain soal, tiba2 kami aku dan ana disuruh pindah ruang karena mau dipake untuk kursus. Aduh..tambah lagi penderitaan. Payahh…

Semua karena gak ada pilihan lain, dan denger-denger kursus itu cuma ada satu-satunyna di Ambon. Apa gak hebat tuh..?

Itu baru awalnya lho…belum masuk kegiatan kursus yang jauh lebih aneh dan gak habis pikir. Besok-besok aja ya ceritanya.. Intinya, semua itu ujian bagi penuntut ilmu, moga2 bisa sabar…he..he..

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

2 thoughts on “Lama Tak Jumpa

  1. Sabar yo sabar mas ning malese aja di engu ta, males is punyakit lho :D
    Weks, ternyata malesnya memang sampai naik angkot wae bisa nggraji :D

    Posted by WANDI thok | Thursday, 23 July 2009, 00:04
  2. #kang wandhi, njaluk tambane kang…

    Posted by muhamaze | Monday, 27 July 2009, 22:29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: