::
you're reading
SERBANEKA

Rain “Cats and Dogs”

Susah terbayangkan ketika tiap hari atau paling tidak setengah hari kita dihadapkan pada guyuran dari langit yang tak henti. Mau keluar rumah malas, kalau bukan karena kewajiban untuk ngantor, mungkin akan lebih nyaman bila menekuk kaki saja di kasur. Yah.. Ambon di bulan-bulan ini (mulai April) terus diguyur hujan yang intensitasnya bervariasi, namun umumnya lumayan lebat. Hujan turun tiba-tiba saja tanpa permisi dan hebatnya lagi itu bisa terjadi setiap hari.

Ambon menjadi dingin saat hujan seperti sekarang, berbeda 180 derajat dengan panasnya Ambon ketika terik mentari menyengat yang biasa disebut “panas cili” atau panas cabe. Orang Banyumas bilang panas semelett. Suatu fenomena yang bertolak belakang. Saat panas ya panas banget, saat hujan juga gak ketulungan.

Pernah saat itu hujan disuatu sore ketika aku dan dua temanku sedang ikut English Course. Pengajar bilang bahwa hujan seperti sore ini bisa disebut “Rain Cats and Dogs”. Itu katanya istilah bahasa Inggris untuk menggambarkan hujan lebat. Entah dapat dari mana istilah itu, tapi ya percaya saja, gak pengaruh sama gaji ini. Bila dilihat dari kata yang ada maka arti gramatikalnya hujan kucing dan anjing, tapi itu semua idiom seperti yang banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia.

Inti persoalan bukan itu karena aku lebih tertarik untuk mengamati fenomena di kota Ambon ketika hujan. Ambon yang tergolong kota tidak begitu besar, bisa banjir kalau hujan seharian, padahal kotanya dekat laut. Sedikit menggelikan memang, dan yang menjadi penyebab utamanya adalah mampatnya saluran-saluran pembuangan (got-got) di kota Ambon. Banyak got-got yang tertutup sampah maupun lumpur, sehingga tak ayal lagi air menggenangi jalan-jalan dalam kota. Bukan itu saja, hujan juga menyebabkan jembatan ada yang runtuh.

Dan yang lebih parah saat hujan adalah adanya sedimentasi lumpur yang masuk ke teluk Ambon. Bisa dilihat teluk Ambon yang kuning akibat lumpur saat hujan. Itu semua paling banyak disebabkan pembukaan lahan yang terjadi di sekitar teluk.

Dan siapa yang bertanggung jawab..?

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

5 thoughts on “Rain “Cats and Dogs”

  1. Koyone aku nek mbayangke sampean ki kok anane mung payah bin melas to mas… :D

    Posted by WANDI thok | Thursday, 23 July 2009, 00:10
  2. #kang wandhi, ah itu cuma bayangan kang wandhi sajaaa.. :lol:

    Posted by muhamaze | Monday, 27 July 2009, 22:27
  3. aku kangen suasanya hujan seperti itu, lagi belom hujan2 gini kebetulan di tempat ku :(

    Baby Pink

    Posted by baby | Wednesday, 17 April 2013, 10:58
  4. Zusätzlich werden auf der Startseite tagesaktuelle Nachrichten aus allen Bereichen präsentiert, damit Sie immer auf dem laufenden sind.

    Posted by nachrichten griechenland video | Saturday, 20 August 2016, 16:10

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: pelangi senja « muhamaze - Thursday, 25 November 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: