::
you're reading
SERBANEKA

Saatnya Menikmati Pantai & Rujak Natsepa

Alunan ombak seiring semilir hembusan angin laut Banda menyapaku ketika menginjakkan kaki di sebuah pantai yang mungkin paling ramai dikunjungi di wilayah sekitar Ambon. Natsepa, ya itulah nama pantai tersebut, entah apa maksud dan artinya, menyuguhkan panorama pantai yang cukup menarik terutama airnya yang terlihat jernih tidak seperti kebanyakan pantai-pantai di Jawa yang kondisinya lebih parah. Pasir putih yang terhampar sepanjang pantai juga menjadikan pantai lebih sedap dipandang.

Natsepa terletak di Desa Suli Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah berjarak kurang lebih 18 km dari pusat kota Ambon. Bila ingin mengunjunginya, kita dapat naik angkutan umum dari Ambon dengan tujuan Suli. Pantai ini terletak di seberang jalan raya sehingga ketika turun dari mobil kita sudah bisa langsung menikmatinya. Hari minggu dan hari libur menjadi waktu paling ramai di Natsepa. Tiket masuk kalau tidak salah Rp. 2000,- untuk dewasa dan Rp. 1000,- untuk anak-anak, bila membawa kendaraan maka tiket lebih mahal. Banyak orang dari berbagai penjuru Maluku tumpah ruah di pantai tersebut, yang tujuan utamnya adalah berenang dan mandi air laut, sehingga tentunya semua keringat, bau badan dan lainnya akan bercampur di pantai tersebut. Kita juga bisa menyewa perahu yang tersedia di pantai untuk sekedar berkeliling di perairan sekitar pantai.

Satu yang tidak boleh dilewatkan di Natsepa adalah rujaknya yang dijual di pinggir jalan sepanjang pantai. Cuma dengan Rp. 5000,- kita sudah dapat menikmati rujak Natsepa yang berisi bermacam buah seperti jambu air, mangga, pepaya, nanas, kedondong, dan lainnya dengan bumbu kacang yang manis pedas agak asin-asin sedikit. Pokoknya mantap. Cuma sayang porsinya sedikit. Duduk di tenda-tenda menikmati rujak sambil menerawang pantai ke arah laut Banda nan jauh di sana.

Pantai Natsepa memang tempat wisata yang bisa dibilang paling ramai di Ambon, namun ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Berdasarkan pengalamanku, penataan yang ada di kawasan pantai agak semrawut. Alangkah baiknya bila dibuat tempat duduk yang lebih nyaman di bawah pohon-pohon yang ada di tepi pantai, bukan hanya sekedar kayu yang dipasang begitu saja. Selain itu, kita akan sedikit kesulitan apabila akan mambilas atau membersihkan badan kita setelah mandi air laut karena fasilitas bilas yang ada kurang memadai untuk melayani banyaknya pengunjung. Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah tempat parkir untuk kendaraan pengunjung, kayaknya perlu diperluas agar bisa menampung lebih banyak kendaraan.

Memang tak dapat dipungkiri kalau Natsepa merupakan obyek wisata pantai teramai di Ambon, sehingga perlu kiranya untuk membenahi fasilitas yang ada demi kenyamanan pengunjung. Bila perlu di sekitar area tersebut disediakan kios-kios yang menyediakan souvenir khas Maluku untuk menambah kelengkapannya. Akhirnya, bagi anda yang sedang berkunjung ke Ambon, tidak ada salahnya bila meluangkan waktu sedikit untuk menikmati pantai dan rujak Natsepa.

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

One thought on “Saatnya Menikmati Pantai & Rujak Natsepa

  1. udah lama merencakan pengen liat tana leluhur di maluku, tapi belum juga ada kesempatan..baca-baca artikelnya dan aku liat-liat di internet tentang Pantai dan Rujak Natsepa..bener-bener pengen kesana…

    Posted by pinjaman tanpa agunan | Sunday, 5 May 2013, 09:32

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: