::
you're reading
SERBANEKA

Semarak Agustusan: Gawang Mini, Futsal Gaya Ambon

Bulan Agustus sarat dengan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-63. Macam-macam lomba biasanya diadakan mulai dari tingkat RT, di kampung-kampung, perkotaan, hingga tingkat negara mungkin. Mulai dari balap karung, makan krupuk, tarik tambang, hingga panjat pinang semua tumplek tumpah ruah meriah di bulan Agustus ini terutama pada tanggal 17 Agustus. Tidak pandang tingkatan usia, mulai dari anak-anak yang belum sekolah, anak TK, SD, SMP, SMA, anak kuliahan bahkan para orang tua semua diharapkan bersuka cita memeriahkan pesta kemerdekaan.

Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau. Sepanjang itu pula citarasa kemerdekaan seharusnya dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia. Pun demikian halnya di Ambon. Biasanya berbagai macam lomba sudah digelar, sama seperti tempat-tempat yang lain. Ada satu yang menarik yang dilombakan yaitu Gawang Mini. Olahraga ini bisa dibilang paling populer di Ambon. Jenis olahraga ini menyerupai futsal tapi memiliki aturan yang sedikit berbeda.

Jumlah pemain gawang mini hanya 5 orang per tim. Ukuran lapangan juga kecil, kira-kira hanya berukuran 20 m x 8 m. Gawangnya pun mini, cuma berukuran kira-kira 0,8 m x 0,5 m, tapi ada kipernya juga. Bedanya kiper di sini tidak boleh memegang bola dengan tangan. Kiper harus menjaga gawang dengan kakinya. Bila terjadi pelanggaran maka dilakukan dengan menendang langsung bola ke gawang tanpa ada kiper. Bola yang dipakai hanya bola plastik kecil. Meskipun begitu, gawang mini merupakan tontonan yang paling rame apalagi saat Agustusan. Bukan hanya anak-anak, orang tua pun tak ketinggalan mengikuti gawang mini.

Setelah diamati benar-benar, aku rasa maraknya gawang mini ini disebabkan minimnya lapangan sepak bola ukuran standar. Di kota Ambon sendiri dapat dihitung hanya beberapa lapangan bola yang ada, sangat tidak memadai, sedangkan disisi lain lapangan gawang mini yang kecil dapat ditemukan hampir di setiap kawasan pemukiman di wilayah Ambon, sehingga wajar saja kalau gawang mini menjadi lebih populer dibanding sepak bola biasa. Tak jarang gawang mini memperebutkan piala Camat, Kapolda bahkan piala Gubernur. Semuanya benar-benar menikmati gawang mini.

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: