::
you're reading
SERBANEKA

Mendhoan Tempe Instan, mungkinkah?

Bukan berita baru lagi kalau orang-orang seantero Jawa disana sudah tahu yang namanya mendhoan tempe. Apalagi orang Jawa Tengah, lebih spesifik lagi orang Banyumas pasti mengenal bahkan sudah kecanduan yang namanya mendhoan. Bagi yang belum tahu berarti yang bersangkutan belum pernah merasakan kenikmatan tak berbilang. Ya, mendhoan memang nikmat apalagi dimakan hangat-hangat plus cabe rawit atau cengis.

Mendhoan adalah salah satu makanan khas Banyumas berupa tempe yang digoreng lembek-lembek dengan daun bawang. Karena lembek klemer-klemer itulah disebut mendhoan (dari kata mendho=lembek). Tempe yang dipakai juga bukan sembarang tempe. Tempe yang pas buat mendhoan adalah tempe yang dibungkus daun (tempe bunthel). Rasa tempe itu lebih mantap dibanding tempe biasa yang dibungkus plastik.

Mendhoan bagi orang Banyumas sama halnya ikan bagi orang-orang Ambon. Bila saat makan nggak ada mendhoan maka kurang nikmat. Mendhoan juga mencapai puncak kenikmatannya kalau dimakan pas musim hujan, dimakan anget-anget memakai cabe cengis. Wuuiiih enak tenan…………

Memikirkan betapa nikmatnya mendhoan favorit, jadi mikir pula gimana kalo mendhoan diberi sedikit sentuhan modern. Ya aku seh hanya bisa membayangkan seandainya mendhoan bisa dikemas sebagai masakan yang bisa dimasak instan layaknya mie. Mungkin namanya jadi “Mendhoan Instan”. Namanya juga instan, jadi kalau pengin masak tinggal sobek kemasannya terus langsung masak aja, karena di dalamnya sudah lengkap dengan bumbu-bumbunya. Wah praktis sekali.

Ah tapi sayang, itu hanya angan-angan dan kayaknya sulit. Kita liat sendiri, tempe adalah makanan sehat yang tidak tahan lama jadi harus langsung dihabisin. Nggak ada ceritanya tempe bisa tahan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan seperti mie. Jadi memang susah kalo dikembangkan tempe instan. Apalagi yang namanya mendhoan khan harus lembek-lembek, misal kalau dijadiin mendhoan instan yang harus tahan lama, bisa jadi nggak jadi mendhoan, tapi jadi kripik. Eh, tapi siapa tahu ya bila pada akhirnya ada yng mengembangkannya. Mungkin saja tho?

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: