::
you're reading
SERBANEKA

Satenya Bu Sate

Sate, satu kata yang menunjuk pada daging ayam atau kambing yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan lidi lalu dibakar. Semua orang Indonesia ngerti sate, karena sate ini dapat ditemukan hampir di setiap daerah, meskipun cara penyajiannya macam-macam. Tapi katanya yang mahir bikin sate adalah orang Madur. Makanya yang paling terkenal adalah sate Madura tapi belum tentu yang terenak. Bicara enak dan nggak enak itu relatif, tergantung pada penikmat sate itu sendiri.

Dan bagi aku sendiri, sering banget makan sate. Akhir-akhir ini hampir tiap malam pasti makan sate. Bukan apa-apa, itu semua karena susah cari jenis makanan lain yang sreg, palingan soto yang dijual sama-sama dengan sate. Tapi mau gimana lagi, daripada makan mie instan terus, bosan.

Biasanya habis maghrib aku dan temenku yang lain sudah bersiap untuk pergi beli sate. Tempatnya memang agak jauh, kalau naik angkot ya kira-kira 5 menit. Aku yang tinggal di Batu Koneng harus ngangkot dulu ke Waiheru untuk bisa makan malam dan di Waiheru itulah sate berada.

Awalnya dulu hanya iseng nyari makan, tapi lama-kelamaan keterusan. Ibu penjual sate itu baik hati sehingga tanpa disadari aku dan beberapa temanku menjadi pelanggan tak tergantikan kecuali kalau malas atau lagi ujan deras. Malahan pernah aku dan temenku pengin makan sate tapi ternyata BuSate nggak jualan. Busate menjadi istilah yang digunakan untuk menyebut tempat sate tersebut agar lebih gampang karena nggak ada namanya. Semakin hari semakin cinta pada sate dan sotonya karena nggak ada pilihan lain.
Ada seh nasi goreng di sebelah, tapi kalo dilihat aneh, warnanya kadang merah banget karena kebanyakan saus sambal, jadi kalau dimakan juga rada gimana gitu.

Selain menyebut Busate, biasa disebut juga dengan sate si Neng. Kebetulan ibu sate yang di Waiheru itu punya anak yang biasa membantu pas jualan dan namanya Neng, nggak tau siapa nama aslinya. Kalo dilihat, si Neng ini rajin banget, gerakannya cekatan pas nyiapain sate atau pas nyuci piring. Dia juga terlihat cerdas dan memang cerdas.

Sate yang tersedia disitu cuma sate ayam, karena memang di Ambon, kambing kurang populer nggak seperti di Jawa. Jadi wajar saja kalo agak susah untuk mencari sate kambing di Ambon, ya ada seh tapi tidak sebanyak sate ayam. Seiring berjalannya waktu, ternyata sudah sering banget aku nyate di Busate sampe udah banyak cerita tentang sate, tentang soto dan tentang Busate itu sendiri dengan segala warna-warni pengalamannya yang kayaknya perlu waktu khusus untuk menuangkan dalam sebuah tulisan. Entah kapan suatu saat akan kuceritakan, nggak sekarang karena aku mau nyate dulu..:-)

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: