::
you're reading
SERBANEKA

Petualangan Batu Pagar

Sebenarnya cerita ini terjadi sudah lama yaitu sekitar bulan Februari 2008. Pas lagi buka-buka file ternyata ketemu sama foto-foto pas lagi maen ke gunung di daerah kalo nggak salah Batu Pagar, Poka. Jauh-jauh dan capek-capek ke gunung hanya untuk refereshing aja sambil nyari kelapa muda (Cocos nucifera) he..he…

Kita berempat jalan menyusuri semak belukar mendaki dan terjal (didramatisir sedikit, padahal biasa saja). Ada rasa penasaran karena udah cukup lama di Ambon maennya ke laut terus, belum pernah maen ke gunung. Sehingga kesempatan itu benar2 nggak disia-siakan. Memang sih, tujuan utamanya adalah nyari kelapa muda dan buah-buahan yang kebetulan lagi waktu itu lagi musim mangga. Tapi jangan dilihat tujuannya, tapi luhatlah asyiknya menikmati petualangan ini. Aku dan temen2kku bener2 bebas ekspresi, mau teriak-teriak, nyanyi-nyanyi atau ngapain juga nggak ada yang denger karena jauh dari pemukiman.

Jalan dan terus jalan hingga aku rada terkejut ternyata di atas pegunungan itu ada pemukiman penduduk. Nama daerahnya Batu Pagar, katanya seh masih termasuk Poka. Jalannya di situ sempit bahkan ada yang cuma jalan setapak. Tapi meski begitu, ada ojek yang bisa sampai neik ke atas, ya ke Batu Pagar ini. Bener2 hebat tuh ojek.

Masyarakat di Batu Pagar kebanyakan mengandalkan kehidupannya dari hasil ladang yang ada di sekitar rumahnya. Sedikit berbeda dengan kebanyakan orang di Ambon yang nelayan. Meraka juga menjual daun salam (Syzygium polyanthum) yang banyak tersebar di daerah tersebut. Asal potong aja dan diambil daun-daunnya. Disini daun salam tersedia melimpah.

Dan yang dicari akhirnya dapat diraih, degan alias kelapa muda. Banyak banget kelapa muda dan tinggal pilih aja. Yang bikin heran itu temanku, dia seperti tuan tanah di daerah ini. Asal maen tunjuk sana tunjuk sini ke warga setempat maka dalam waktu singkat setandan kelapa muda sudah di depan mata, ditambah ladi pisang dan lainnya. Karena aku lihat ada yang lagi metik daun salam, maka aku minta buahnya sekallian. Batu Pagar bener-bener gudangnya kelapa muda. Mau berapapun akan dipetikin dan tentunya temanku itu yang nyuruh. Tapi manusia, paling makan satu saja sudah cukup dan sisanya ya wajib dibawa pulang.

Dan nggak terasa udah lama aku dan beberapa temanku nggak maen2 lagi ke suatu tempat. Penginnya seh mancing seharian pakai perahu (kole-kole) ya nggak jauh-jauh, di sekitar teluk Ambon dalam saja. Yaaah kapan-kapan….


About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: