::
you're reading
SERBANEKA

Ambon sama seperti Jakarta (macetnya).

Hari ini aku baru saja ke Ambon, kebetulan ada urusan sedikit. Cuaca lumayan cerah tidak seperti hari-hari sebelumnya yang selalu dirundung hujan. Pas diangkot tepatnya di jalur turunan Batumerah menuju Mardika terjadi macet yang panjang. Padahal jalur turunan tersebut jarang macet. Macet biasanya ditemui saat akan masuk ke terminal Mardika dan jalur ke luar kotanya. Aku jadi berpikir Ambon sama dengan Jakarta dalam hal macetnya. Dimana-mana sangat sering dijumpai macet, padahal Ambon tidak sebesar Jakarta.

Fenomena macet juga aku lihat di jalur depan Balai Kota, dan kebetulan tadi di tempat itu lagi ada semacam demo, nggak tau apa yang didemokan tapi kebanyakan adalah para tukang becak. Kerumunan tukang becak membuat jalan penuh, tak ayal lagi terjadilah antrian kendaraan. Bukan cuma disitu saja, jalur depan dan belakang Ambon Plaza (Amplaz) juga sering macet, banyak angkot yang mangkal nggak tau aturan. Selain itu sikap pengguna jalan lain juga  kurang peduli seperti markir motor atau mobil sembarangan. Sangat sering aku jumpai. Sudah tahu jalannya sempit, eh markirnya asal teruh aja akhirnya ya macet.

Mungkin kondisi macet yang paling kronis adalah di jalur keluar terminal Mardika menuju arah luar kota. Tiap hari pasti macet, apalagi sore hari di saat orang-orang banyak yang pulang kerja dan membludaknya pasar Mardika terutama penjual-penjual ikan yang sampai menjorok ke jalan. Praktis jalur yang harusnya dilalui angkutan diambil separo oleh pedagang-pedagang tersebut, ditambah ramai lagi dengan lalu-lalang manusia-manusia yang mencari kebutuhan terutama ikan.

Hah…macet memang bikin pusing. Pada dasarnya sumber kemacetan tersebut terutama berasal dari sikap pengguna jalan yang kurang tertib selain kondisi jalan yang sempit dan banyak yang rusak. Jadi sangat perlu perhatian pihak yang berkepentingan dalam hal ini Pemda untuk bisa paling tidak mengurangi sedikit kemacetan yang selalu terjadi di sebagian besar kota Ambon ini. Atau mungkin memang Ambon sudah terlalu banyak kendaraan bermotor? Nggak tahu juga.

Oya ada satu lagi yang lupa yaitu panas Ambon hampir sama dengan panas di Jakarta. Hari ini bener-bener panas. Ada yang bilang panas bersungut, panas cili, dan lain-lain yang intinya sama; puaanaaasss bangetttt.

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

One thought on “Ambon sama seperti Jakarta (macetnya).

  1. menurut saya emang jalannya sempit sih, itu aja, plus kiri kanan banyak pejalan kaki, penjual kecil, kan harusnya gak di pinggir jalan seperti itu, masalah becak gak terlalu bikin macet juga

    “iya di dalam kota jln2 malah sempit n kotor, pdhl di luar kota dah lebar2, masalah pedagang kecil jg kadang2 ngawur seenaknya sendiri. becak kalo di pasar mardika rame banget bang…”

    Posted by heri | Monday, 25 October 2010, 20:21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: