::
you're reading
SAINS

Zonasi Mangrove (lanjutan)

Pengenalan Mangrove bagian 3.

Posting sebelumnya telah disinggung tentang zonasi mangrove. Pada kesempatan ini ada sedikit tambahan tentang zonasi mangrove.

Bengen (1999) menyatakan bahwa zonasi mangrove Indonesia dari laut ke darat pada umumnya;

  1. Daerah paling dekat dengan laut, dengan substrat agak berpasir, sering ditumbuhi Avicennia sp. Biasanya berasosiasi dengan Sonneratia yang bisa tumbuh pada lumpur dalam yang kaya bahan organik.
  2. Lebih ke arah darat, umumnya didominasi Rhizopora. Selain itu juga dijumpai Bruguiera dan Xylocarpus.
  3. Zona yang didominasi Bruguiera.
  4. Zona transisi antara mangrove dengan hutan dataran rendah yang biasanya ditumbuhi oleh Nypa fruticans dan pandan laut (Pandanus sp.)

Noor et.al., (2006) menyatakan bahwa zona mangrove bila dikaitan dengan pasang surut terbagi sebagi berikut:

  1. Areal yang selalu digenangi air walaupun saat pasang terendah. Didominasi Avicennia dan Sonneratia.
  2. Areal yang digenangi oleh pasang sedang. Dominasi Rhizopora.
  3. Areal yang digenangi hanya pada saat pasang tinggi, areal ini lebih ke daratan. Umumnya didominasi oleh Bruguiera dan Xylocarpus.
  4. Areal yang digenangi hanya pada saat pasang tertinggi (hanya beberapa hari dalam sebulan). Didominasi B. sexangula dan L. littorea.

Sedangkan Tomlison (1994) menyatakan bahwa vegetasi mangrove tersusun tiga komponen:

  1. Komponen mayor, yaitu jenis yang mengembangkan karakteristik morfologi yang berupa akar udara dan mekanisme fisiologi yang berupa kelenjar garam untuk adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Jenis yang mempunyai kelenjar garam antara lain Rhizophora, Ceriops, Avicennia, Bruguiera dan Sonneratia.
  2. Komponen minor, yaitu tumbuhan pantai yang merupakan jenis yang tidak menonjol, dapat tumbuh di sekeliling habitat. Misalnya Spinifex litorens (gulung-gulung), Ipomea-pes caprae.
  3. Asosiasi mangrove, yaitu jenis yang tidak tumbuh pada komunitas mangrove sesungguhnya dan dapat tumbuh pada tanah daratan (terrestrial). Contoh, Terminalia catappa (ketapang) dan Carbera manghas (bintaro).

REFERENSI

  • Bengen, D. G. 1999. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. PKSPL-IPB, Bogor.
  • Tomlinson, P. B. 1986. The Botany of Mangrove. Cambridge University Press, New York.
  • Noor, R. Y., M. Khazali, N. N. Suryadiputra. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetland International Indonesia Programe. Bogor.

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

2 thoughts on “Zonasi Mangrove (lanjutan)

  1. Can u send me article about mangrove?
    I need it to finished my journal.
    Thank’s Before.

    Posted by Gohiks | Monday, 9 March 2009, 18:00
  2. Oh I’m sorry, some articles are hardcopy.
    I suggest you visit P2O-LIPI Jakarta’s library or its website at http://www.oseanografi.lipi.go.id/
    I think it’s useful. Thank you…

    Posted by muhamaze | Monday, 9 March 2009, 18:22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: