::
you're reading
KOMPETISI

Ah masa sih ada SOTOJI soto jamur instan?

Beberapa waktu yang lalu tak sengaja lihat iklan di fesbuk ada lomba blog Sotoji. Pas aku klik dan baca lengkapnya ternyata sangat menarik yakni lomba blog kerjasama Sotoji dan deBlogger tentang review produk Sotoji alias soto jamur instan. Istimewanya lagi produk itu dikirim gratis oleh produsennya (tentunya dengan tidak mengurangi objektivitas penilaian atas produk Sotoji oleh reviewer). Penasaran, ah masa sih ada soto jamur instan?. Tanpa pikir panjang, langsung saja aku isi form dan Jumat (2/3) siang minggu yang lalu datanglah paket kiriman Sotoji yang ditunggu, isinya 3 bungkus.

Esok paginya langsung deh, 2 dari 3 bungkus Sotoji dimasak sama istri, sesuai petunjuk yang  ada pada plastik bungkusnya. Tak berapa lama, Sotoji yang ditunggu akhirnya siap disantap. “Eits tunggu dulu, kita lihat tekstur dan penampilannya” kataku pada istri. Setelah diamati ternyata mantap juga. Hmm.. saatnya melakukan review soto jamur instan. Namun sebelum membahas lebih lanjut, perlu kiranya diulas kondisinya sebelum dimasak.

Pertama adalah kemasan Sotoji. Ukuran kemasan Sotoji hampir sama dengan produk-produk seperti mie instan, bedanya adalah warna pembungkusnya yang terlihat lebih cool perpaduan antara hijau, kuning dan gambar soto yang menggoda serta tulisan “SOTOJI SOTO JAMUR INSTAN” berlatar belakang warna putih. Sedangkan di baliknya ada petunjuk cara memasak Sotoji. Kedua, setelah bungkus Sotoji dibuka maka akan ada sohun putih yang siap dimasak dilengkapi 4 macam pelengkap dengan ukuran berbeda yang terdiri dari jamur tiram kering, bumbu, minyak soto dan cabai bubuk. Banyaknya pelengkap dalam satu bungkus Sotoji membedakan dengan produk makanan instan yang lain tentunya. Nah bagaimana setelah Sotoji dimasak..?

Cara masaknya sangat mudah (terutama bagi yang amatir dalam hal masak-memasak hihi) karena petunjuknya tertera di kemasan Sotoji, tinggal ikuti saja langkah-langkahnya. Benar saja, tidak lebih dari 10 menit, soto jamur instan telah terhidang. Seperti kataku di atas, sebelum disantap, dilihat dulu tekstur dan penampilan sotonya. Teksturnya menggoda selera apalagi adanya suwiran-suwiran jamur tiram goreng yang memang menjadi pembeda dari makanan instan ini. Namun menurut penilaian saya dan istri, kuah Sotoji terlihat kurang kental padahal penyajiannya sudah sesuai dengan petunjuk yakni 2 gelas air. Menurut kita berdua, akan terasa lebih maknyuss kalo bumbunya sedikit lebih kental sehingga bisa lebih menyatu dengan sohun putihnya.

Hal lain menurut lidah saya dan istri adalah rasa asinnya kurang. Entah ini lidah saya yang salah atau memang bumbu soto demikian adanya. Menurut pemikiran saya, mungkin saja kurang asinnya soto karena bumbu bisa saja terserap oleh jamurnya yang memang lumayan banyak dalam satu porsi. Namun itu bukan suatu kendala besar karena kalau dirasa kurang asin, kita bisa menambahkan garam sedikit pada soto yang kita masak. Jadi intinya tidak begitu masalah namun penting sebagai catatan.

Di balik itu semua tentunya ada beberapa poin menarik dari Sotoji. Sesuai namanya, maka yang paling terasa banget menurut saya adalah jamurnya. Dalam satu porsi soto, kita akan mendapati jamur tiram goreng dengan jumlah hampir setengahnya. Serat-serat jamurnya pas di lidah saat dikunyah (kalo istilah Banyumas “karet-karet” gitu, dengan pelafalan huruf “e” seperti pada kata “jeruk” hehe). Jadi saran saya kalau menikmati Sotoji, habiskan dulu sohun putihnya setelah itu baru rasakan nikmat jamurnya atau campur aduk antara sohun dan jamur. Lagi-lagi adanya jamur tiram goreng merupakan pembeda dari menu masakan instan yang lain. Satu catatan saya, alangkah baiknya bila Sotoji dapat pula menyediakan varian jamur dengan potongan-potongan atau suwiran-suwiran yang lebih besar atau dengan bentuk-bentuk yang unik sehingga lebih sedap dipandang dan menambah mantap saat dilidah.

Poin lainnya yang perlu dicatat adalah penyajiannya yang  sangat simpel. Bisa dibayangkan apabila kita berniat membuat soto jamur sendiri, betapa repotnya menyiapkan bahan-bahan dan bumbunya. Nah Sotoji ini dapat menjadi pilihan untuk dimasak apabila kita tidak punya banyak waktu dan bingung dengan bahan maupun bumbu soto yang akan kita buat. Tinggal rebus air sampai mendidih, masukkan Sotoji, jadi deh soto jamurnya. Tentunya apabila ingin lebih mantap, kita bisa menambahkan telur, tomat, daun seledri, jeruk nipis maupun pelengkap lainnya sendiri. Menurut saya, selain adanya jamur tiram goreng, kiranya Sotoji dapat menambahkan pelengkap lainnya seperti bawang goreng atau lainnya di dalam kemasan, meskipun saat ini bisa dikatakan isi dalam satu kemasannya sudah lebih bervariasi dibandingkan produk yang lain. Bahkan kalau perlu dapat dibuat lagi varian rasa yang lain dengan tidak meninggalkan jamur sebagai trademark andalannya.

Satu lagi, dari segi harga (meskipun saya belum tahu) tentunya akan sangat terkait erat dengan kualitas produk yang ada. Akan menjadi nilai lebih apabila Sotoji yang lezat dapat dinikmati dengan harga yang relatif murah sehingga cocok untuk berbagai kalangan. Terakhir, semoga saja kehadiran Sotoji  bisa menjadi suatu pilihan menu makanan instan yang memiliki kekhasan tersendiri dan berbeda dengan produk makanan instan lainnya dengan kata lain “bukan sekedar sohun rebus yang ditaburi jamur goreng”, namun lebih dari itu dimana masing-masing komponen dalam satu kemasan baik sohun, minyak soto, bumbu-bumbu, cabai, maupun jamur dapat menyatu menjadi sebuah menu yang istimewa dan bernilai gizi tinggi.

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

11 thoughts on “Ah masa sih ada SOTOJI soto jamur instan?

  1. waaaaaaaaa mamung update lagi!! akhirnyaaa, bapak satu ini hobby bener menghilang.. nongol2 langsung pamer sotoji.. ckckckckckc *terlalu :P

    dhe juga udah dapet sotojinya mung.. tapi ya itu, masih belum sempat bikin review.. sukses dah yaa..

    | hehe sejak februari kemarin dah apdet kok, cuma belum ada waktu untuk blogwalking jg ngilang-ngilang… iya nih malem2 sotojian…
    ayo donk ditulis biar nanti sama2 sukses dhe… ;)

    Posted by Dhenok Habibie | Tuesday, 6 March 2012, 00:16
  2. sip, namamu sudah diupdate di portal deBlogger sebagai peserta lomba ya :)

    | *lansung cek* mantap opa.. :)

    Posted by indobrad | Tuesday, 6 March 2012, 00:31
  3. Kayaknya enak nih … selama ini kalau makan mi cuma mie kuning aja ..

    | mantap mas, bisa jadi alternatif diantara banyaknya mie instan biasa..

    Posted by ahsanfile | Tuesday, 6 March 2012, 06:55
  4. pingiiiiin lagiii jd nyaa hehehe

    | minta kirim lagi aja :)

    Posted by Nona Enno | Tuesday, 6 March 2012, 08:20
  5. Akang Mamung Sehat ? syukurlah..
    hemmn jadi laper, tapi itu si ‘SOTOJI’ anak mana ya kang..? he he biasanya pasar mi instan selalu didominasi kapital besar.

    salam Kang.

    | alhamdulilah sehat om..
    Sotoji itu produk bogor, lagi mencoba merambah pasar nasional dengan soto jamurnya…
    makasih dah mampir yaa…

    Posted by Andioka | Thursday, 8 March 2012, 21:56
  6. mantab kali masakan kaulah.
    follow blog ku ya.
    http://aslisemarang.blogspot.com/2012/03/jangan-sotoy-kalo-belum-nyoba-sotoji.htm

    | tinggal sobek langsung cemplungin air mendidih kok :)

    Posted by ilzam | Thursday, 22 March 2012, 13:17
  7. tampaknya lezaat ^^

    pripun kabar mas muhamaze?

    Posted by Nisa | Sunday, 6 May 2012, 11:15
  8. bikin ngiler deh

    Posted by Hanggar PS | Friday, 11 May 2012, 05:19
  9. ini mah blogger dableng kaya aku belum update lagi. udah sering baca sotoji tapi belum pernah makan langsung :(

    Posted by Sobat Bercahaya | Tuesday, 22 May 2012, 20:14
  10. Assalaamu’alaikum wr.wb, Muhammad…

    Lama sekali tidak bersilaturahmi di maya pada ini.
    Blognya juga kelihatan sudah sepi dari tulisan yang selalu menginspirasikan.
    Mudahan Muhammad sihat dan dilindungi Allah swt.

    Selamat berpuasa dan mudahan ibadah serta amalan diterima Allah swt.
    Salam Ramadhan. :D

    Posted by SITI FATIMAH AHMAD | Sunday, 29 July 2012, 12:39
  11. wah aku juga baru tau ada produk ini. hehehe

    Baby Pink

    Posted by baby | Wednesday, 17 April 2013, 10:48

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: