::
you're reading
KOMPETISI

PLN: nyalakan listriknya, padamkan korupsinya

Tiada hari tanpa listrik. Mau makan butuh listrik, mau tidur butuh listrik, mau nge-charge handphone pake listrik, mau nonton TV butuh listrik. Sepertinya segala aktivitas kita sekarang tidak bisa dilepaskan dari apa yang namanya listrik. Listrik menjadi kebutuhan fundamental dalam kehidupan modern yang kesemuanya berbasis teknologi. Demikian halnya di negara kita Indonesia, listrik menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan kepada PLN-lah kita menggantungkan pemenuhan kebutuhan akan listrik tersebut. Bagi yang belum tahu, PLN (Perusahaan Listrik Negara) telah menjadi tulang punggung kelistrikan di Indonesia selama hampir 67 tahun, meskipun kelistrikan Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19 semasa kolonial Belanda. Selama itu pula berbagai listrik yang dulunya hanya ada di kota-kota besar, kini telah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik“. Inilah motto dari PLN, yang menjadi pelecut semangat PLN dalam memberikan pelayanan kepada publik. Tentunya ini menjadi harapan kita juga manakala dengan adanya listrik maka kehidupan akan lebih baik. Kata “lebih baik” ini dapat diejawantahkan dalam berbagai bidang seperti perekonomian meningkat, akses informasi dapat diperoleh dengan mudah dan cepat, angka kriminalitas yang dapat ditekan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan yang semakin lancar dengan adanya pemanfaatan energi listrik. Meskipun demikian, saya sebagai masyarakat tentunya memiliki harapan-harapan lebih kepada PLN. Beberapa harapan itu meliputi:

Pelayanan. PLN sebagai perusahaan nasional yang bergerak di bidang pelayanan publik tentunya tidak bisa lepas dari masalah pelayanan. Kebetulan selama ini saya tidak terkendala dengan masalah pelayanan PLN. Ketika ada beberapa masalah, PLN dapat mengatasi dengan cepat. Misalnya sewaktu saya di Ambon beberapa tahun yang lalu, kebetulan saya tinggal di suatu komplek perumahan, nah pada saat sore hari saat hujan, sebuah travo induk di persimpangan jalan tiba-tiba meledak. Langsung pet, mati lampu. Di sinilah saya lihat profesionalisme kerja PLN. Meskipun dalam kondisi gerimis, mereka tetap memanjat tiang untuk memperbaiki travo tersebut. Namun tak disangka travo tidak dapat diperbaiki, dan kata petugas PLN travo penggantinya menunggu kiriman. Nah di sinilah adanya semacam kurang antisipasi, harusnya ada travo cadangan untuk mencegah terjadinya hal-hal semacam itu, apalagi untuk kawasan timur Indonesia yang notabene jauh dari pusat sehingga butuh waktu yang tidak singkat untuk permasalahan travo tersebut dan permasalahan-permasalahan lainnya. Mungkin ini sebagai pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi hal yang demikian. Bukan hanya pelanggan yang rugi namun tentunya PLN juga akan merugi kan..

Hal berbeda terjadi ketika saya pindah ke Bogor, kebetulan di komplek perumahan juga. Ketika maghrib menjelang, saya kira lampu mati, ternyata pas dilihat keluar hanya rumah saya saja yang mati. Ketika itu saya kira sekring saya yang rusak sehingga saya membeli yang baru, namun tetap tidak menyala. Saya ceritakan masalah itu ke penjual sekring tadi, dia bilang ganti saja dengan yang baru sekalian yang otomatis katanya, paling 200 ribu dan dia menawarkan untuk memasangnya sekalian. Namun waktu itu saya menolak, saya berpikir apakah ada jaminan akan beres? Setelah itu saya langsung menghubungi PLN setempat (meskipun awalnya salah lapor, harusnya ke pos jaga sesuai wilayah) dan alhamdulilah PLN dengan sigap memperbaiki listrik di rumah saya. Ternyata masalah hanya pada kabel yang putus di bagian dalam sekring. Pelajaran yang bisa diambil adalah meskipun masalahnya kecil, namun alangkah baiknya kita melaporkannya ke pihak PLN apabila itu menyangkut kelistrikan yang harus membongkar-bongkar instalasi, jangan asal menuruh orang. Mengapa? karena selain lebih mantap kerjanya, terkadang mereka (petugas PLN) juga akan memberikan sedikit tips-tips yang sangat berguna untuk mengantisipasi apabila ada masalah terkait listrik di rumah kita. Satu lagi yang perlu dicatat bahwa pelayanan itu GRATIS kecuali ada komponen-komponen yang harus kita beli seperti sekring dan lainnya. Jadi untuk pelayanan intinya tingkatkan yang sudah baik ini terutama yang langsung berhubungan dengan pelanggan rumahan.

Energi. Kenapa dengan energi? Ya karena listrik butuh energi untuk membangkitkannya, baik tenaga air, surya maupun dengan bahan bakar minyak (BBM). Nah inilah mungkin harapan saya agar PLN dapat memanfaatkan berbagai energi yang ada sehingga pemenuhan kebutuhan listrik dapat optimal, tidak sering byar pet byar pet terjadi pemadaman. Meskipun pemadaman bukan hanya karena masalah energi. Hal itu sangat terasa beberapa tahun yang lalu ketika saya di Ambon. Hampir tiap hari terjadi pemadaman. Apa penyebabnya..? Entahlah.. Mungkin dari sisi usia generator yang sudah tua ataupun ketersediaan BBM (kebetulan di Ambon memakai PLTD) yang menipis misalnya karena proses pengiriman yang tertunda. Proses penyediaan BBM juga perlu dikaji agar terhindar dari praktek-praktek korupsi oknum tertentu. Krisis listrik terjadi karena krisis BBM sehingga sering terjadi pemadaman. Namun itu dulu.. Sekarang semoga saja tidak ada lagi krisis listrik yang melanda. Meskipun ada pemadaman, lebih dikarenakan adanya perawatan infrastruktur atau mesin pembangkit.

Berdasarkan hal tersebut maka saya berharap alangkah baiknya PLN dapat membangun infrastruktur pembangkit-pembangkit tenaga listrik dengan pendekatan karakteristik kewilayahan dan geografis. Contohnya di Ambon dengan geografis 90 persen kawasan berupa laut serta daerah-daerah lain yang serupa tentunya sangat baik bila PLN dapat membangun instalasi pembangkit listrik tenaga angin dengan turbin-turbin besar memanfaatkan angin yang ada. Hal ini tentunya akan lebih optimal dibandingkan menggunakan BBM. Selain terkendala proses pengiriman BBM karena jaraknya yang jauh, apalagi bila cuaca tidak bersahabat, pembangkit listrik energi angin juga lebih ramah lingkungan.

Selain angin, sumber energi yang perlu dipertimbangkan di kawasan timur adalah energi surya karena intensitas cahaya matahari yang tinggi. Meskipun dalam skala kecil saya telah melihat masyarakat yang memanfaatkannya seperti di Pulau Tiga Maluku, namun misalnya dibangun infrastuktur pembangkit dengan skala besar tentunya akan membawa manfaat yang lebih besar pula terutama untuk pulau-pulau yang terpencil. Memang semua itu butuh dana yang tidak sedikit, namun apabila semuanya itu ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat dan menuju hidup yang lebih baik tentunya pemerintah harus memprioritaskannya, karena tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik sepenuhnya terutama di kawasan timur Indonesia. Satu yang perlu dicatat tentunya adalah nantinya pembangunan infrastruktur tersebut harus bebas dari praktek korupsi, terutama dalam tender proyek maupun pengadaan barang/jasa.

Selanjutnya untuk memadamkan korupsi di lingkungan PLN, harapan saya PLN bisa merangkul pihak-pihak yang berhubungan dengan PLN misalnya stakeholder agar mengedepankan transparansi dan bebas dari praktek korupsi, kolusi maupun nepotisme dalam menjalankan usahanya dan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Usaha intensif tentunya perlu dilakukan misalnya dengan mengadakan suatu forum dan tentunya mengikutsertakan masyarakat sebagai pelanggan utama PLN. Setelah nantinya PLN bebas korupsi, maka saatnya untuk mengajak masyarakat agar tidak korupsi listrik (mencuri listrik secara ilegal). Hal itu dapat dilakukan dengan mengadakan partroli listrik rutin misalnya sebulan sekali bertepatan dengan pengecekan angka meter. Jadi saat ada petugas pencatat angka meter, mereka tidak hanya mencatat angka yang tertera, namun sebisa mungkin sekalian memeriksa apakah ada pencurian listrik, penyambungan ilegal dan sebagainya yang merugikan PLN. Selain itu, petugas pencatat sebaiknya berperan pula sebagai pelayan pengaduan, istilahnya jemput bola dengan menanyakan kepada pelanggan apakah ada masalah atau tidak, sehingga apabila ada masalah dapat segera ditindaklanjuti dengan tidak berbelit-belit.

Lepas dari itu semua,  berbagai upaya yang telah dilakukan oleh PLN dalam rangka reformasi birokrasi dan pelayanan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme perlu mendapat dukungan dari seluruh masyarakat. Kalau dulu pelayanan birokrasi kelistrikan ribet dan njlimet, sekarang pelayanan menjadi lebih mudah dan cepat dengan ketentuan yang sudah pasti. Adanya sistem pembayaran rekening listrik online via bank, listrik prabayar dan kebijakan reformatif lainnya dari manajemen PT. PLN juga patut diapresiasi sehingga PLN bisa benar-benar menyalakan listriknya dan memadamkan korupsinya. Ujung-ujungnya “Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik” bukan sekedar motto belaka. Semoga…

*Sumber gambar:
http://plnbersih.com/profil/
http://www.wfec.com/employment/why-work-for-wfec
http://en.wikipedia.org/wiki/Wind_turbine

About mamung

lahir di banjoemas ngapak, kini berkelana di amboina manise, berkawan terik dan gemericik hujan, bermain di deburan ombak segara, tertatih berusaha merambahi dunia maya yang penuh warna serbaneka

Discussion

11 thoughts on “PLN: nyalakan listriknya, padamkan korupsinya

  1. luar biasa artikelnya, keren gan

    Posted by GCG Untuk PLN | Wednesday, 17 October 2012, 15:09
  2. postingan yang menarik..
    semoga ke depan PLN benar2 menjadi perusahaan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, dan sungguh2 melayani masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik.. :)

    Posted by katakarina | Wednesday, 17 October 2012, 20:18
  3. yah moga-moga harapannya didengar sama PLN ya mas..
    salam kenal…

    Posted by mujib | Wednesday, 17 October 2012, 20:20
  4. wah bagus juga harapannya

    titip link ya kak… join jg bila mau

    ” Wujudkan impian anak bangsa donk PLN,

    @ http://dduaxfendico2.blogspot.com/2012/09/harapan-anak-bangsa-untuk-pln.html

    Posted by No Name | Thursday, 18 October 2012, 09:46
  5. wakakakaka istilah byar pet byar itu baus bhro
    berbakat jadi penemu istilah ne he he
    semoga dengan artikel yang ada ini bisa memberi masukan untuk PLN agar lebih baik
    amin amin
    salam sukses ya

    Posted by mr.bedel | Thursday, 18 October 2012, 10:48
  6. wong pln kerjane ora niat ndean apa yah?
    bola bali nggonku mati lampu baen

    Posted by mamung | Sunday, 28 October 2012, 12:24
  7. akhir2 ini lagi ada pemadaman bergilir juga nih :\

    Baby Pink

    Posted by baby | Wednesday, 17 April 2013, 10:47
  8. aku selalu mendukung untuk kinerja PLN selama ini.

    Posted by parfum | Monday, 10 June 2013, 16:10
  9. harapan saya sebagai masyarakatn, semoga kinerja PLN selalu lebih baik lagi dari sebelumnya agar semua masyarakat bisa merasakan dampak baiknya

    Posted by toko herbal online | Thursday, 3 April 2014, 16:53
  10. di tempat saya “Balikpapan” itu rata-rata 80% penduduknya punya genset, karna pln mati terus……

    Posted by walah | Saturday, 30 August 2014, 12:20
  11. tenang Akang ..persediaan power Bank masih melimpah..hehe salam ..Andioka

    Posted by wajancrepes | Friday, 5 December 2014, 07:06

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: