::
archives

Ambon

This tag is associated with 26 posts

Eh ndilalah…

Hehe ijinkan aku ketawa sendiri sejenak sebelum memulai postingan :D Bismilah… Lagi dan lagi. Semua serba kebetulan memang, tapi kok ya pas banget gitu. Heran aku dibuatnya. Akhir-akhir ini sepertinya apa yang sudah direncanakan ujung-ujungnya meleset. Ini tentang aku dan teman-teman Komunitas Arumbai. Beberapa bulan yang lalu, setiap kegiatan yang dilakukan alhamdulilah aku dapat berpartisipasi. Mulai dari workshop, akber dan lainnya. Namun setelahnya jadi selalu berbenturan dengan jadwal kerjaan dan akhirnya tidak dapat mengikuti kegiatan yang dilakukan. [lanjut…]

Advertisements

memeluk ambon yang kian basah

Gemericik air di atap rumah makin sering terdengar akhir-akhir ini. Setelah beberapa waktu lalu sengaja hiatus tanpa aktivitas blogging hanya demi menikmati nuansa kampung halaman, akhirnya minggu kemarin aku harus kembali ke bumi manise yang ternyata makin basah. Yah sudah hampir seminggu ini Ambon terus diguyur hujan. Bila hujan gini, tak bisaku membayangkan kondisi yang terjadi di lautan lepas sana, pastinya ombak tinggi-tinggi ngerii.. [lanjut…]

Pray for Arumbai

Hiruk-pikuk dan lalu-lalang orang-orang yang berseliweran di Ambon Plaza Lt. 2 siang itu menambah riuh suasana. Di sebuah kafe, duduk tiga pemuda setengah baya yang agak culun. Mereka bertemu di siang itu karena sehari sebelumnya telah janjian. Tak berapa lama datang tiga orang lagi dengan size yang lumayan gede-gede yang ternyata satu keluarga. Beberapa menit setelah itu datang seorang lelaki yang umurnya kira-kira 3 – 5 tahun lebih tua dari saya berjaket coklat muda. Ngobrol ngalor ngidul dengan bahan omongan tak lepas dari kondisi Maluku dan perkembangan dunia onlinenya. Lagi asyik ngobrol, datang lagi perempuan berkerudung putih memakai jaket krem ditemani seorang kawannya. Semua berkenalan satu sama lain dan mulailah muncul keakraban. [lanjut…]

Mencuatkan “local-content” Ambon/Maluku

Terinspirasi dari kekhawatiran, keresahan dan perasaan heran dari beberapa teman-teman di Blogger Maluku Arumbai maupun di Ambon Bergerak, terutama setelah baca postingannya Tanase Almascatie, akhirnya terbesit keinginan untuk menuliskannya juga di blog ini. Rasa yang bercampur aduk itu yakni suatu tanya kenapa saat kita searching di google atau mesin pencari lainnya dengan keyword “Ambon”, maka pada beberapa saat akan muncul kejadian masa lalu tentang ker*s*han dan tr*g*di Ambon. Pada page 1 google, hasil pencarian yang mencantumkan kejadian itu masih ada, padahal sudah 12 tahun lebih hal itu berlalu. Hal yang lebih mengherankan apabila kita mencari gambar di google dengan kata kunci “AMBON”, maka masih ada beberapa foto yang¬† menunjukkan peristiwa 12 tahun silam. Untungnya hasil yang lebih baik akan muncul ketika kita mencari informasi di google dengan keyword “MALUKU”, sedikit lebih mengena daripada ketika mencari “Ambon”. [lanjut…]

Joas, nikmatnya kopi tradisi

Sore-sore begini, apalagi pas hujan udara dingin paling enak ya ngopi. Dan bicara urusan kopi di Ambon, pastinya bukan hal baru. Kopi ibarat sudah jadi tradisi seiring dengan tradisi masyarakat Maluku yang seneng berkumpul dalam suatu komunitas. Istilah Banyumase seneng rubungan. Di mana ada rubungan biasanya di situ ada kopi. Maka tak heran bila di setiap sudut kota, pasti ada yang namanya warung atau kedai kopi. Fenomena ini hampir sama dengan yang ada di Belitong, di sana juga banyak kedai-kedai kopi (kata Bang Andrea Hirata dalam Dwilogi Padang Bulan & Cinta Di Dalam Gelas-nya, dimana kopi bisa juga menunjukkan karakter dan suasana jiwa si peminumnya).

Lalu ada apa dengan Joas..? Sebenarnya aku tak perlu bicara panjang lebar untuk njelasin ini semua bila saja kawan-kawan sudi langsung maen ke Ambon :D. Pasti deh akan ku tunjukin langsung. Yaah mungkin dari melimpahnya warung-warung kopi di Ambon, maka tersebutlah nama Joas sebagai yang terdepan dalam urusan kopi.. *halah*

Joas, nama yang unik dan sangat menjual. Kebetulan pas libur beberapa waktu yang lalu, ngopi-ngopi bareng temen-temen kantor di situ. Lalu Om Joas gabung sama kita ngobrol banyak banget. Mulai dari pengalaman masa kecilnya di Maluku Tenggara sana hingga kini di Ambon, gimana bikin kopinya hingga nunjukin foto-foto orang-orang terkenal mulai dari menteri, politikus, artis, penyanyi dan jajarannya yang pernah mampir ke Joas. Pokoknya uakeh tenan.

Dan kembali ke kopinya, hmm rasanya bener-bener mantep cuy.. Pantesan banyak pegawai-pegawai yang nongkrong buat ngopi padahal masih jam kerja. Misalkan ada Satpol PP ingin merazia pegawai-pegawai yang bolos, dateng aja ke Kopi Joas dijamin dapat banyak korban :lol:

Kopi yang tersedia juga macem-macem, mulai dari yang hitam pahit, pake susu, coklat, kapucino dan lainnya. Tapi yang terkenal ya kopi Joas yang hitam itu. Nikmat lah pokoke, apalagi ditemani dengan cemilan kayak pisang goreng, roti goreng, kripik,  dan jenis-jenis makanan ringan lainnya. Ada juga telur ayam setengah mateng disertai bumbu-bumbu khas Joas. Istilahnya setelah ngopi-ngopi di Joas tak usahlah kita makan besar karena sudah cukup kenyang alias wareg.

Lalu di mana lokasinya..? Jangan takut nyasar sobat. Ambon kotanya kecil saja. Meski kopi Joas punya 3 cabang, tapi yang paling terkenal dan paling rame berada di daerah Pangkalan Taksi sebagai cabang utama. Jadi bagi yang ingin mengunjungi Kopi Tradisi Joas, bilang saja ke sopir atau tukang becak, ojek atau pas ketemu orang suruh anterin ke Kopi Joas, kemungkinan besar semua tahu di mana lokasinya. Kalo masih bingung, telpon, sms, email atau surati aku aja, nanti ta antar, kita ngopi-ngopi ;).

Dan urusan harganya, sayang sekali secara pasti saya kurang tahu, karena pas ngopi eh pas ditraktir temen hehe. Tapi jangan takut, harganya jauh lebih murah dari kopi-kopi di ibukota sana kayak starbak, jiko dan sebangsanya itu deh..

Hayoo gimana, tertarik..? datanglah ke Ambon dan nikmati kopi tradisi Joas…

2 tahun sudah meriwayati hidup di maluku

Pas liat kalender hari ini tanggal 15 Mei 2009, ternyata tak terasa lebih dari 2 tahun sudah aku menaburkan cerita hidupku di sela-sela butiran pasir putih dan debur ombak lautan timur Indonesia. Maluku, begitu asin karena terkurung laut biru menghampar. Pulau-pulaumu membawaku pada sebuah petualangan yang sampai saat ini kutapaki.

my rumdis

Tepatnya 11 Mei 2007 ketika aku memasuki rumah itu. Yah, lebih dari 720 hari ku telah memahami apa yang ia ingini. Tenang saja rumahku, tunggu saja “dia” datang segera…

Geliat Blogger Maluku

Maluku Blogger Community

Lho aku kok bingung mau ngawali postingannya gimana ya…? Apa ya, pokoknya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit serpihan-serpihan (baca: blogger maluku red) kecil itu terkumpul. Malahan kemarin Sabtu (18/4) Perserikatan Blogger Maluku kerennya Maluku Blogger Community punya acara semacam pelatihan blog bekerja sama dengan IAIN Ambon kampus yang hijau memesona bergunung-gunung seribu akhirnya ke laut.

klik baca selanjutnya